Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Tuesday, 26 April 2011

Plastik yang Mampu Memulihkan Sendiri

Para ilmuwan baru-baru ini memperkenalkan plastik jenis baru yang dapat memperbaiki dirinya sendiri bila terkena cahaya biasa.
Bahan ajaib ini bisa memperpanjang umur dan meningkatkan daya tahan puluhan produk berbasis polimer, mulai dari barang-barang rumah tangga biasa seperti tas dan tempat sampah hingga ban dalam dan peralatan medis, kata para peneliti seperti dipublikasikan "Nature", belum lama ini.
Walaupun plastik kenyal saat ini ditemukan dalam ribuan barang-barang konsumen, tetapi bahan yang digunakan sangat rentan terhadap kerusakan yang disebabkan goresan, potongan, dan tusukan. Tempat sampah penuh dengan benda-benda plastik yang dibuang karena pecah, retak atau bocor, yang kadang membahayakan manusia.
Sekumpulan ilmuwan yang dipimpin Christoph Weder dari Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio menciptakan materi yang bisa memulihkan diri (healable) dari karet yang mengandung logam yang menyerap sinar ultraviolet dan mengubahnya menjadi panas lokal.
"Yang kami kembangkan pada dasarnya adalah sebuah bahan plastik baru yang terdiri dari rantai yang sangat kecil yang tetap bersatu dan berkumpul menjadi rantai yang lebih besar," kata Stuart Rowan dari Case Western. "Tapi apa yang kita miliki dirancang ke molekul tersebut, adalah kemampuannya untuk mengurai saat terkena cahaya. Saat terurai materi tersebut mengalir ke bagian yang rusak dan sistem akan diperbaiki," tambahnya.
"Polimer healable menawarkan alternatif untuk bahan daur ulang, dan merupakan langkah pertama dalam pengembangan bahan polimer yang memiliki rentang hidup jauh lebih lama dibanding yang ada saat ini," komentar Nancy Sottos dan Jeffrey Moore, peneliti dari University of Illinois.***

Friday, 22 April 2011

Mengubah Jendela Jadi Pembangkit Listrik

Jika perkembangan baru dari laboratorium di MIT seperti yang diharapkan, suatu hari nanti luas permukaan seluruh jendela sebuah bangunan dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.

Kuncinya adalah sel fotovoltaik berbasis molekul organik, yang memanfaatkan energi sinar inframerah sambil membiarkan cahaya melewatinya. Bila dilapiskan ke sebuah panel kaca jendela standar, bisa menyediakan listrik untuk lampu dan perangkat lainnya, dan akan menurunkan biaya pemasangan dengan memanfaatkan struktur jendela yang ada.

Vladimir Bulovic, profesor teknik listrik dari Departemen Teknik Elektro dan Ilmu Komputer, MIT tengah mengembangkan sistem fotovoltaik transparan ini bersama Richard Lunt, seorang peneliti postdoctoral di Laboratorium Penelitian Elektronik, sistem buatan mereka mampu memangkas biaya mahal bila menggunakan fotovoltaik konvensional.

Sebuah kertas kerja Bulovic dan Lunt yang menggambarkan sistem barunya tersebut telah dipublikasikan secara online dalam jurnal Applied Physics Letters, Jumat (15/4), dan akan muncul dalam edisi cetaknya.***

Saturday, 5 June 2010

Ilmuwan China Berhasil Membuat “Black Hole” Mini

PARA peneliti Cina telah berhasil membuat alat penyerap elektromagnetik untuk frekuensi gelombang mikro. Alat tersebut terbuat dari sebuah silinder tipis terdiri dari 60 cincin konsentris metamaterial, yang mampu menyerap radiasi gelombang mikro, dan telah dibandingkan dengan sebuah lubang hitam (black hole) astrofisika, yang mampu menarik materi dan cahaya ke dalamnya.

Penelitian ini dipublikasikan Kamis (3/6) dalam  New Journal of Physics milik Institute of Physics dan German Physical Society, menunjukkan bagaimana para peneliti memanfaatkan sifat khusus metamaterial, golongan komposit yang dapat mengubah gelombang cahaya dan gelombang lainnya.

Qiang Cheng dan Tie Juni Cui dari State Key Laboratory of Millimeter Waves di Southeast University, Nanjing, China, merancang dan membuat sendiri perangkat menyerap tersebut, secara resmi disebut sebagai ‘omnidirectional electromagnetic absorber’, menggunakan 60 strip papan sirkuit yang disusun dalam lapisan konsentris berlapis tembaga. Setiap lapisan dicetak dengan pola bolak-balik, yang akan meresonansi atau tidak meresonansi gelombang elektromagnetik.

Perangkat ini dirancang dapat memerangkap dan menyerap gelombang elektromagnetik yang datang dari segala arah dengan cara men-spiral radiasi dan mengubah energinya menjadi panas dengan tingkat penyerapan 99%. Oleh karena itu berperilaku seperti “benda hitam elektromagnetik” atau “lubang hitam elektromagnetik.”

Pada saat ini, perangkat hanya bekerja dengan gelombang mikro, namun para peneliti berencana untuk mengembangkan sebuah lubang hitam untuk menarik cahaya tampak.***

Friday, 30 April 2010

"Night Vision" Bakal Menjadi Fitur Ponsel

TEKNOLOGI yang mudah beradaptasi ditemukan dalam pesawat televisi layar datar, para ilmuwan telah membuat lembaran tipis yang bisa mengubah cahaya inframerah menjadi cahaya tampak. Teknologi ini dapat memberikan ponsel, kacamata, dan kaca mobil memiliki pandangan jelas di malam hari (night vision).

"Perangkat ini dapat mengkonversi gambar inframerah ke gambar yang jelas dan bobotnya tidak lebih dari berat sebuah kacamata," kata Franky So, seorang ilmuwan di Universitas Florida, Amerika Serikat yang memaparkan teknologi "night vision"-nya dalam sebuah artikel di jurnal Advanced Materials, yang dikutip Discovery News, Senin (26/4).

Kebanyakan perangkat "night vision" yang ada saat ini, menurut Franky, menggunakan listrik dalam jumlah besar hingga ribuan volt, bobotnya berat, dan lensa yang mempertahankan vakum untuk membuat malam menjadi hidup.

Perangkat buatan Franky berbeda jauh, mengganti gelas dengan plastik tipis, menghilangkan vakum dan menggunakan LED organik yang energinya efisien. ***

Tuesday, 10 March 2009

Layar Sentuh Fleksibel Pertama di Dunia

SEBUAH kolaborasi antara akademisi, industri, dan militer berhasil mengembangkan layar sentuh fleksibel pertama di dunia. Dan pertama kalinya akan digunakan untuk keperluan militer. Sosok layar display ini lebih tipis dari layar sentuh kaca konvensional, sehingga ketika dioperasikan tidak akan membebani para tentara, serta tahan dalam berbagai kondisi pertempuran.


Peranti baru ini berbasis pada teknologi layar Vizplex electrophoretic active-matrix buatan E-Ink Corp. yang memungkinkan para penggunanya menulis, menyimpan dan menghapus konten pada layar tersebut, bahkan layar berwarna pun bisa dibuat. Materialnya dipasok DuPont Teijin Films, perusahaan pembuat plastik untuk menggantikan kaca pada layar sentuh yang ada saat ini. Bahan khusus dari DuPont ini memungkinkan layar dibuat setipis kertas, serta dapat ditekuk atau digulung tanpa merusaknya.

"Peraga-peraga milik kami sudah fleksibel, tetapi sejauh ini layar sentuh masih terbuat dari gelas, yang tidak cukup kuat untuk banyak aplikasi," ujar Sri Peruvemba, wakil presiden pemasaran E-Ink. "Kini kami memiliki mitra yang bisa membuat layar sentuh fleksibel yang cocok dengan peraga fleksibel kami."

Layar sentuh jenis mutakhir ini bisa menjadi langkah penting untuk aplikasi-aplikasi yang lebih besar, seperti koran elektronik interaktif (e-newspaper) yang bisa menghemat kertas. Koran elektronik semacam ini akan membawa banyak informasi bagi para pembacanya, seperti halnya koran konvensional, e-newspaper juga bisa dilipat atau digulung sehingga mudah dibawa-bawa dan disimpan.

Flexible Display Center, unit khusus dari Universitas Negara Bagian Arizona, memperkirakan layar fleksibel ini akan diaplikasikan pada peralatan elektronik konsumen 18 bulan ke depan. (dari berbagai sumber)***

Tuesday, 3 February 2009

Sudah Tersedia Baju Anti Nuklir

PERANG nuklir adalah sesuatu yang harus dihindari oleh seluruh umat manusia yang mendiami planet Bumi satu-satunya ini, terutama bagi negara-negara yang berpotensi memiliki senjata pemusnah massal ini, mereka mesti mengendalikan teknologi riskan ini untuk manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan umat manusia. Peristiwa Hirosima dan Nagasaki, biarlah menjadi kenangan kelam dan sekaligus pelajaran bagi umat manusia, jangan sampai terulang lagi.

Namun demikian, bencana nuklir yang disengaja maupun tak disengaja selalu saja terjadi. Ingat peristiwa kebocoran nuklir di Chernobyl, atau yang baru-baru ini terjadi, serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina yang diduga melibatkan bom berbahan radioaktif. Untuk hal inilah umat manusia perlu memiliki perlindungan dari hal-hal yang tak terduga ini, upaya-upaya preventif juga diperlukan, salah satunya yang dilakukan oleh RST, sebuah perusahaan yang mengembangkan sistem perlindungan personel terhadap ionisasi dan radiasi nuklir.

RST atau Radiation Shield Technologies, berhasil melakukan terobosan teknologi dengan membuat sistem perlindungan yang siap pakai. Demron, demikian mereka menyebutnya, sebuah teknologi berbasis nano untuk bahan pelindung pertama di dunia yang dirancang tahan berbagai jenis bahan kimia, biologi, radiologi dan bahkan kecelakaan insiden nuklir sekalipun.

Menurut RST, Demron terdiri dari sebuah senyawa polimer nano antiradiasi yang digabung di antara lapisan kain dan diproduksi menjadi pakaian pemblokir radiasi nuklir. Pakaian ini terbuat dari logam cair yang bebas timah hitam, bebas racun maupun PVC. Dari uji coba di Lawrence Livermore National Laboratory, bahan ini terbukti mampu memblokir sinar gamma, sinar-X dan emisi nuklir lainnya. Baju antiradiasi ini telah digunakan oleh NATO, NASA, garda nasional, Angkatan Laut AS, juga beberapa negara telah memanfaaatkannya seperti, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, China, Arab Saudi dan Australia.

Sayangnya, Demron sangat berat, bobot "kain" ini sekitar 6 pon per kaki persegi. Lembaran seukuran 6 x 6 inchi saja bobotnya bisa mencapai 200 pon lebih, tak aneh karena ini adalah perisai portabel yang menawarkan perlindungan dari sumber-sumber energi tinggi.

Contoh-contoh pakaian yang dibuat dari Demron di antaranya berbentuk pakaian seluruh badan, rompi, selimut dan celemek yang diperuntukan bagi keperluan militer maupun medis. Produk yang telah dipatenkan ini bisa Anda pesan secara online di situs RST, www.radshield.com. Mau tahu harganya? Selembar selimut nuklir diharga mulai dari $6,499.99 atau kira-kira Rp 76 juta, pakaian pas badan lengkap dihargai mulai $1,399.99 (Rp 16 juta), celemek berharga $699.99 (Rp 8 juta).***

Foto: RST

Monday, 5 January 2009

Ponsel Kecemplung, Bukan Masalah

MUNGKIN di antara anda pemilik telepon seluler (ponsel) pernah mengalami kejadian tragis, tanpa disengaja ponsel kesayangan kecemplung ke dalam air. Bisa dipastikan ponsel itu tak akan ketulungan lagi, tak bisa digunakan alias mati total.

Untuk peralatan elekronik, perlindungan terhadap air sangatlah penting. Perlu anda ketahui, kerusakan akibat air di AS kini mendominasi alasan atas klaim asuransi berbagai perangkat mobile. Lebih dari 1,2 juta mengaku jatuh ke toilet, ke dalam minuman atau ke dalam mesin cuci.

Namun, ada kabar gembira buat anda yang pernah mengalami hal buruk seperti itu. Karena sebuah perusahaan dari Inggris, P2i Ltd, telah memperkenalkan teknologi "Super-hydrophobic Ion-Mask" atau bila di-Indonesia-kan artinya kira-kira "Topeng Ion Sangat Benci Air", yang mampu melindungi berbagai peralatan dari kondisi basah, terpercik air atau tenggelam sekalipun.

Teknologi Ion-Mask diadopsi dari teknologi militer buatan Defence Science and Technology Lab Inggris yang sejatinya diperuntukkan melindungi tentara dari cairan dan zat-zat beracun, bila terjadi perang biologis atau kimia.

Seperti kita ketahui, pelindung ponsel terhadap air yang sekarang ada di pasaran biasanya terbuat dari karet, plastik atau kaca kedap air, ponsel tinggal diberi sarung dengan bahan-bahan ini. Ion-Mask tidaklah seperti itu kerjanya, ia merupakan sekumpulan partikel kimia yang mampu membentuk lapisan pelindung berupa plasma (sejenis gas yang bermuatan listrik). Plasma inilah yang membungkus seluruh permukaan benda dan membentuk selimut maya yang mampu menghalau berbagai zat cair, seperti air atau minyak. Lapisan seukuran nanometer ini tidak hanya melindungi permukaan luar tapi juga bagian dalamnya tanpa merusak presisi alat.

Pemanfaatan teknologi Ion-Mask pada perangkat elektronik seperti ponsel, PDA, kamera digital, atau iPod, dijamin tidak akan mengorbankan desainnya. Tidak perlu merancang ponsel yang dilapisi karet dan berukuran besar, agar bisa anti air. Teknologi Ion-Mask tidak masalah diterapkan pada ponsel-ponsel berukuran tipis yang kini sedang tren.

Tak kurang dari vendor-vendor besar ponsel semacam Nokia dan Sony-Ericsson, di masa mendatang akan menerapkan teknologi anti air ini. Ponsel dengan fitur semacam ini akan sangat menguntungkan, sehingga aktivitas berkomunikasi akan lebih leluasa lagi, bisa dilakukan di mana pun.

"Teknologi ini terutama cocok untuk aplikasi-aplikasi mobile bernilai tinggi, yang perlu beroperasi di luar ruangan pada berbagai kondisi cuaca, atau peralatan elektronik mungil dan ringan yang mungkin tidak sengaja dipakai di shower atau sewaktu berenang," ujar Ian Robins, direktur Pengembangan Bisnis dari P2i.

Jadi jangan heran bila suatu saat kita menyaksikan orang-orang bertelepon ria sambil berenang di kolam atau berhalo-halo di kamar mandi. (Didin Rosidin/berbagai sumber)***

Foto: handcellphone.com

Friday, 26 December 2008

Buku Elektronik, Buku Terakhir yang Anda Beli

MASALAH yang selalu berulang dalam pengadaan buku adalah terbentur pada biaya produksi yang cukup besar (terutama harga kertas), mahalnya ongkos pengangkutan, dan bila tak laku dijual di pasaran, akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, apalagi dipasarkan di masyarakat yang gemar membacanya masih minim. Namun kini persoalan besar pengadaan buku dapat teratasi dengan munculnya publikasi buku dengan cara elektronik, sedikit banyak akan menggairahkan industri komputerisasi dan tentunya bagi para penerbit buku itu sendiri.

Ide e-book sebenarnya telah lama menjadi impian. Para insinyur listrik yang bekerja dengan komputer tabung hampa selama PD II telah memimpikan akan adanya buku elektronik ini. Namun saat itu teknologi telah membelokkan impian mereka, terbentur pada perangkat keras yang belum tersedia. Tetapi sekarang, tidak hanya tersedia, malahan melimpah dan murah. Tidak memerlukan teknologi yang jelimet, pembuatan e-book tidak melibatkan sistem pemanduan rudal. Buku elektronik atau e-book (electronic book) berbasiskan laptop "bisu", yang hanya memerlukan pengetahuan bagaimana mengunduh teks dan grafik sederhana lalu materi ini ditampilkan pada suatu halaman pada suatu saat dan menjalankan sedikit format dasar dan trik pencarian teks yang dapat ditulis dalam bahasa Basic. Semuanya dapat dijalankan dengan teknologi komputer generasi awal dengan mikroprosesor lambat, kapasitas memori kecil, tampilan monokrom "liliput" dengan modem kecepatan "telepon tali".

Sebuah perusahaan dari Palo Alto, NuvoMedia, telah merintis pembuatan pembaca e-book (e-book reader) dengan meluncurkan produk e-book bernama Rocket eBook, bahkan perusahaan inilah yang pertama kali memasarkannya di toko-toko. Rocket eBook seharga US$ 199 memiliki cukup memori untuk menangani 19.000 halaman teks, setara dengan 50 judul novel.

Saat ini e-book reader yang paling dikenal adalah buatan Amazon.com. Toko buku online terbesar di dunia ini telah merilis e-book yang diberi nama Amazon Kindle. Selain Amazon, Apple dan Sony juga sudah merilis produk serupa namun tidak sepopuler Kindle. Dengan koleksi lebih dari 80.000 buku dan jaringan belanja online yang sudah kuat, Amazon berani berkoar bahwa Kindle sebagai iPod-nya penggemar buku.

Didukung teknologi nirkabel, pengguna Kindle dapat berlangganan bahan bacaan, ngeblog, dan gratis akses Wikipedia langsung dari Kindle tanpa memerlukan PC. Dengan kapasitas memorI yang ada bisa menampung sebanyak 80 novel dan dapat ditambah dengan SD Card. Dengan teknologi LCD tanpa backlight Amazon mengklaim usia baterainya akan lebih awet dibandingkan dengan pesaingnya, terutama Sony's Reader.

Pembaca juga akan sangat dimudahkan dalam menggunakan Kindle, selain menunya 'user friendly' juga bentuk fisiknya yang tipis dan ringan (300 gr) tidak membuat pengguna lelah mata dan pegal tangan. Kemampuan memutar MP3 juga dimiliki perangkat ini, namun tentunya Kindle dibuat bukan sebagai pemutar musik portabel.***

Thursday, 6 November 2008

Memanen Listrik dari Berjalan Kaki

BERJALAN-JALAN di sekitar taman ternyata banyak sekali manfaatnya, bukan saja untuk hiburan dan kesehatan tapi juga mampu menghasilkan energi listrik yang cukup untuk mencas serangkaian baterai untuk menyalakan beberapa gadget.

Kok bisa demikian? Bagaimana caranya?

Para ilmuwan dari Amerika Serikat dan Kanada baru-baru ini telah berhasil membuat sebuah peralatan terbaru yang mampu memanen energi listrik dari pergerakan kaki manusia.

Alat ini dipasang di bagian lutut yang bisa menghasilkan cukup energi untuk mengisi baterai handphone, dalam 30 menit berjalan.

Energi yang dihasilkan alat ini terjadi dari proses yang dikenal sebagai "generative braking", analog dengan sistem pengereman pada mobil-mobil listrik hibrid.

"Berjalan adalah proses yang mirip pengendaraan 'berhenti-dan-jalan'," jelas Dr Max Donelan dari Universitas Simon Fraser, Burnaby, Kanada yang menulis paper masalah ini.

"Dalam setiap langkah otot-otot terus menerus melakukan akselerasi dan deselerasi pada tubuh," tambahnya.

Mobil-mobil listrik hibrid mengambil keuntungan dari cara stop-and-go ini dengan teknologi "regenerative braking" dimana energi secara normal dihamburkan sebagai panas yang digunakan untuk menjalankan generator.

"Kami sesungguhnya telah mengaplikasikan prinsip yang sama pada proses berjalan," ujar Donelan.

Dengan menggunakan serangkaian gigi, knee brace ini dapat memperlambat tubuh sebelum telapak kaki menginjak tanah, yang secara simultan akan menghasilkan listrik.

Dengan bantuan sejumlah sensor, alat ini bisa mengatur berhentinya generator untuk sisa setiap langkahnya. Dengan cara ini, alat akan memberikan sedikit tekanan pada pemakai yang secara konstan akan menghasilkan energi listrik.

Ujicoba dengan peralatan seberat 1,6 kg ini dapat menghasilkan rata-rata 5 watt listrik dalam keadaan berjalan santai.

"Kami juga mengeksplorasi cara membangkitkan lebih banyak energi dan mampu mendapatkan sebanyak 13 watt dari berjalan," ujar Dr Donelan. Tiga belas watt, menurutnya, cukup untuk memberi daya sekitar 30 menit waktu bicara sebuah ponsel.

Namun demikian, untuk menghasilkan sejumlah daya ini pembangkit harus secara konstan dinyalakan, yang berarti diperlukan banyak upaya dari pemakainya.

"Kita adalah baterai-baterai yang begitu efektif," ujar Dr Donelan. "Di dalam lemak kita tersimpan ekivalen dengan sekitar 1.000 kg baterai."

Menghasilkan daya seperti ini ternyata bukanlah gagasan baru dan telah diaplikasikan dalam peralatan sehari-hari seperti radio putar dan arloji otomatis.

Sementara itu, lembaga riset pertahanan AS Darpa, jauh sebelumnya juga telah melakukan proyek serupa untuk menghasilkan energi listrik dari generator "heel-strike" yang dipasang pada sepatu-sepatu tentara dan ditenagai lewat gerakan memompa langkah kaki.

Tim perancang alat ini percaya "knee brace" akan banyak kegunaannya, terutama untuk alat-alat portabel. Dan "Sekitar 18 bulan ke depan, alat ini bisa terwujud, ini bukanlah fiksi ilmiah," ujar mereka. (Didin Rosidin)***

Foto:
Greg Ehlers/Simon Fraser University

Thursday, 16 October 2008

Mesin Ion untuk Penjelajahan Antariksa

INSINYUR Neil Wallace melongok ke dalam sebuah kamar hampa udara berukuran raksasa yang dirancang untuk meniru sejauh mungkin kondisi luar angkasa. Di latar belakang, pompa-pompa kriogenik terdengar bersiulan bak mesin-mesin uap mini.

Dengan menggunakan gas helium sebagai pendingin, mereka bisa menurunkan suhu di dalam kamar vakum terbesar di Eropa itu hingga 20 derajat Kelvin (-253 derajat C). Sementara tekanannya bisa turun hingga sepersejutaan atmosfer.

Di laboratorium inilah firma pertahanan dan keamanan Qinetiq sedang mengembangkan dan mengujicoba mesin-mesin ion bertenaga matahari, suatu teknologi yang kelak akan membawa pesawat angkasa luar ke berbagai planet.

Mesin ion adalah suatu ”sistem propulsi listrik”, cara kerjanya berdasarkan pada fakta bahwa suatu arus yang mengalir lewat medan magnet akan menciptakan suatu medan listrik secara langsung.

Prinsip ini digunakan untuk mempercepat sinar ion-ion (atom-atom yang bermuatan) xenon menjauh dari pesawat angkasa, dengan demikian akan memberikan dorongan.

Neil Wallace, pimpinan teknis tim propulsi listrik di Qinetiq ini, kemudian membuka pintu kamar uji coba itu. Ia menunjuk beberapa blok logam besar di bagian dasar ruangan tersebut.

”Ada pompa-pompa xenon yang didinginkan oleh kompresor helium hingga mendekati 20 derajat Kelvin,” jelas Neil. ”Sehingga beberapa atom gas yang menabrak panel-panel tersebut, akan membeku,” ujarnya menambahkan.

Selama pengujian, mesin itu akan menembakkan ion-ion ke arah berlawanan di ujung ruangan, yang memiliki lapisan pelindung dari grafit. ”Ion-ion akan bergerak sangat cepat, mendekati 50 km per detik,” ujarnya.

Menurut dia, ketika ion-ion menabrak ujung lain dari ruangan, mereka sebenarnya menghentikan atom-atom di permukaan yang mereka tabrak, analog dengan menyemburkan pasir dalam skala atom.

Mesin ion yang sedang dikembangkan perusahaan Qinetiq, dinamai T5, untuk pertama kalinya akan menerbangkan Goce (Gravity field and steady-state Ocean Circulation Explorer), sebuah pesawat angkasa luar milik Lembaga Antariksa Eropa (ESA). Goce akan terbang pada ketinggian 200-300 km di atas Bumi, memetakan variasi kecil dari medan gravitasi Bumi.

Sebuah replika mesin T5 yang ada fasilitas uji di Qinetiq, ukurannya memang cukup kecil bobotnya hanya 3 kg, dan sosoknya agak-agak mirip saringan oli mobil.

Walaupun sosoknya begitu sederhana, pengembangan mesin T5 ini telah memakan waktu 20 - 30 tahun dengan menghabiskan biaya sepuluh juta pondsterling.

Di angkasa luar, mesin-mesin ion ini akan menggunakan daya listrik dari panel-panel solar, seraya membangkitkan sebuah dorongan yang setara dengan bobot sebuah kartu pos.

Secara teoritis, dorongan jinak ini akan mampu membawa pesawat antariksa menjelajah sistem tata surya.

Keuntungan dari sebuah mesin ion pada misi Goce adalah menyediakan kompensasi tarikan, atau pengendalian laju Goce yang harus melayang sangat dekat ke Bumi, terbang pada orbit ultra rendah, dan akan berhadapan langsung dengan gumpalan udara. ”Pesawat ini (melaju) pada kecepatan sekitar delapan setengah kilometer per detik,” ujar Neil Wallace.

Mesin ion bukanlah pertama kali ini dikembangkan di Qinetiq, berbagai jenis mesin ion telah digunakan termasuk pada Smart-1, misi Eropa ke Bulan, dan Deep Space 1 dari NASA, yang terbang melintasi komet.

Misi-misi ESA masa depan seperti BepiColombo, yang akan mengeksplorasi Merkurius, juga akan menggunakan teknologi semacam ini.

Qinetiq menguji coba mesin T5-nya pada Goce yang akan diluncurkan dari pelabuhan antariksa Rusia, Plesetsk, menggunakan jenis roket yang sama yang pernah gagal dan menghancurkan misi es Cryosat milik ESA, tiga tahun lalu. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***


Bagaimana Mesin Ion Bekerja?

1. Atom-atom gas xenon dipompa ke dalam ruangan berbentuk silinder, di sini mereka bertabrakan dengan elektron-elektron dari katoda. Elektron-elektron (yang bermuatan negatif) menabrak keluar elektron-elektron atom xenon, menciptakan ion-ion xenon yang bermuatan positif.

2. Kumparan yang ada di dalam ruangan kemudian menciptakan sebuah medan magnet, yang menyebabkan elektron-elektron dari katoda bergerak spiral dan terperangkap di mulut ruangan.

3. Elektron-elektron bermuatan negatif di mulut ruangan ini akan menarik ion-ion bermuatan positif, dan mempercepat mereka keluar dari ruangan.

4. Aliran ion-ion yang dipercepat ini akan meninggalkan ruangan dan mendorong pesawat antariksa ke depan. Walaupun gaya ini kecil, dengan bertambahnya waktu ia akan menciptakan kecepatan luar biasa di lingkungan antariksa yang bebas gesekan. ***



Thursday, 24 July 2008

Senapan Serbu, Senjata Paling Mematikan

DALAM kurun waktu sepuluh tahun ini, berbagai konflik bersenjata di berbagai belahan bumi, telah memunculkan fenomena yang menarik sekaligus mengerikan, menyangkut kerusakan yang ditumbulkan senjata api sebagai alat perang modern.

Kenyataan, jenis senjata api yang paling merusak dan mematikan dalam perang modern selama ini bukannya disebabkan oleh senjata nuklir, senjata biologis, jet tempur atau tank yang banyak diperkirakan berbagai kalangan. Melainkan jenis senjata kecil nan ringan, senapan serbu. Ini berdasarkan survei tahun 1998 yang dilakukan Komisi Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross, ICRC).

Jenis senjata kecil dan ringan untuk ditenteng ini merupakan senjata pilihan dalam berbagai konflik internal, alasannya, senjata jenis ini telah digunakan secara luas, harganya relatif murah, sangat mematikan, mudah digunakan dan mudah pengangkutannya.

Berdasarkan data inventori senjata-senjata militer dan polisi di seluruh dunia, negara pemasok sekaligus pembuat utama senjata-senjata personel pasukan modern ini di antaranya Rusia (senapan serbu AK-47 dan peluncur granat RPG-7), Belgia (senapan FAL dan senapan mesin MAG), Jerman (senapan G3), Amerika Serikat (senapan M16), dan Israel (senapan mesin ringan Uzi). Ditambah negara-negara yang ikut membuat (lisensi) berbagai jenis senapan dan turunannya, seperti Korea Selatan, Filipina, Argentina, Brasil, Inggris, Turki, China, Mesir, India, Kroasia, Iran dan banyak negara lainnya.

Senjata kecil yang paling terkenal adalah AK-47 buatan Rusia digunakan di 78 negara, merupakan senapan yang relatif murah dan mudah diproduksi karena tidak tergolong rumit, serta sangat awet. Senjata rancangan Mikhail Kalashnikov ini dibuat dalam jumlah besar (35-50 juta pucuk) di lebih dari 40 negara. Di banyak tempat di dunia, senjata jenis ini dapat dibeli dengan harga tawar-menawar yang murah, sebagai contoh di Angola, sepucuk AK-47 siap pakai dapat diperoleh seharga US$ 15 (sama dengan harga sekarung besar jagung).

Senapan serbu (assault rifle) memang sangat mematikan, sepucuk senapan serbu modern dapat memuntahkan ratusan peluru per menitnya (senapan mesin MAG mampu mencapai 1.000 peluru per menit). Seorang penembak dengan senapan serbu di tangan, dapat membantai lusinan bahkan ratusan orang dalam waktu yang cukup singkat. Dengan kekuatan tembakan luar biasa ini, seorang sipil yang tak terlatih sekalipun--bahkan anak-anak--bisa menjadi "Rambo" yang mematikan.

Senapan serbu terbukti banyak menebar maut. Di bulan Agustus 1990 dalam konflik di Liberia, Afrika Barat, pasukan pemberontak pimpinan Charles Taylor telah membantai 1.000 imigran Ghana dalam tempo satu hari. Sementara selama perang sipil tahun 1999 di Siera Leone diklaim lebih dari 50.000 orang dengan sengaja ini dilukai dan cacat permanen. (Dede Suhaya/sumber: Scientific American)***



Label: teknologi, senjata

Wednesday, 16 July 2008

Listrik Tenaga Angin, "Menangkap Angin Menuai Listrik"

"SIAPA yang menebar angin akan menuai listrik." Mungkin inilah peribahasa yang paling cocok untuk menggambarkan potensi angin sebagai salah satu energi alternatif di tengah gencarnya pemerintah mengkampanyekan pemanfaatan energi selain minyak bumi yang depositnya sudah menipis dan harganya semakin melambung ini.

Angin, tidak seperti bahan-bakar lain (batu bara, gas, minyak dan nuklir), keberadaannya melimpah di alam sepanjang matahari tetap bersinar. Ia tidak memerlukan penambangan, pemeliharaan, penyimpanan atau pengangkutan, tidak perlu juga dibakar di atmosfer seperti bahan bakar tradisional.

Energi angin merupakan energi terbarukan (renewable) dan bebas polusi, energi yang dihasilkan oleh angin tidak mengeluarkan zat-zat pencemar. Dengan bantuan turbin, energi gerak angin bisa diubah menjagi tenaga mekanis. Tenaga mekanis ini dapat digunakan untuk tujuan-tujuan khusus (seperti menggiling biji-bijian atau memompa air) atau suatu generator untuk mengubah tenaga mekanis ini menjadi listrik.

Kalau anda rajin menyimak informasi mengenai energi di dunia, anda akan terkejut bila energi angin yang ditinggalkan pasca Perang Dunia II, saat ini mulai populer lagi. Di Eropa selain Belanda sebagai negerinya Kincir Angin, Inggris sudah mulai menyemai proyek energi anginnya. Amerika Serikat sudah lama memulainya, menyusul Kanada.

Jangan jauh-jauh, tengok tetangga kita Filipina yang telah membangun kurang lebih 15 turbin angin dengan kapasitas 25 megawat untuk memasok listrik bagi 19 juta rumah tangga. Sebagai langkah penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas udara di Filipina.

Dengan proyek ini, seperti ditulis situs www.bbc.co.uk, Filipina akan menjadi produsen tenaga angin terbesar di Asia Tenggara. Tidak sampai di situ, negara ini berencana membuat pembangkit tenaga angin yang lebih besar dari yang telah ada di Korea Selatan, India dan China.

Dalam sepuluh tahun ke depan, seperti prediksi Dana Dunia bagi Alam (WWF), Filipina dapat berhemat hampir 3 miliar dolar jika menghentikan impor bahan bakarnya dan menggunakan energi alamiah.

Bagaimana dengan Indonesia yang masih mendambakan harga BBM yang murah ini?

Menurut data yang dilansir dari situs energi.lipi.go.id, proyek pembangunan kincir angin pernah dirintis oleh Yayasan Heritage Bogor (YHB) untuk pemasangan 1.000 buah kincir angin pompa air "Egra" (energi gratis) sepanjang jalur pantura dari Anyer sampai Panarukan.

Menurut pendiri YHB, Hasan Hambali, bila kincir angin pompa air ini dipadukan dengan kincir angin pembangkit listrik buatannya (Energi Gratis Pembangkit Listrik), maka sepanjang jalur pantura itu bisa menikmati listrik tanpa harus membayar pada PLN.

Menurutnya, prinsip kerja Egra listrik ini adalah energi angin yang dikonversikan ke dalam putaran kincir angin melalui baling-balingnya. Daya yang diserap dalam bentuk putaran baling-baling itu berbanding pangkat tiga dengan kecepatan angin yang melewatinya.

"Kecepatan angin minimum untuk menggerakkan Egra sekitar 15 km per jam. Putaran baling-baling selanjutnya ditransmisikan ke sistem roda gigi untuk memutar generator listrik. Energi listrik yang dihasilkan kemudian dihubungkan dengan aki agar kelebihan energi listrik yang dihasilkan dapat disimpan," kata Hasan.

Untuk beban listrik rumah tangga AC 220 V, menurut Hasan, diperlukan inverter sederhana yang murah untuk mengkonversikan tegangan DC aki menjadi tegangan AC 220 Volt. Saat ini kemampuan Egra listrik yang sedang kami coba sudah mampu memenuhi kebutuhan listrik kontinyu sekitar 1.000 watt untuk keberadaan angin lebih dari 10 jam per hari. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***


Cara Kerja Turbin Angin

BAGAIMANA turbin-turbin angin bisa membuat listrik, adalah sesuatu yang cukup sederhana, turbin angin bekerja berlawanan dengan kipas angin. Kipas angin menggunakan listrik untuk membuat angin, sebaliknya turbin angin menggunakan angin untuk membuat listrik. Angin memutar baling-baling, lalu memutar batang yang berhubungan dengan generator pembuat listrik. Listrik yang dihasilkan kemudian dikirimkan dan didistribusikan ke rumah-rumah, pusat bisnis, sekolah, dan lain-lain.

Turbin-turbin angin modern terbagi menjadi dua kelompok dasar; jenis sumbu horisontal, dan sumbu vertikal. Turbin sumbu horisontal inilah yang banyak dipakai saat ini. Ciri khasnya memiliki dua atau tiga bilah baling-baling, yang dihadapkan ke arah datangnya angin.

Apa saja yang diperlukan untuk menuai listrik dari angin ini?

Pertama-tama adalah bangunan menara atau tower. Menara ini biasanya dibuat dari pipa baja atau kisi-kisi baja. Karena kecepatan angin meningkat dengan bertambahnya ketinggian, maka menara-menara ini dibuat tinggi agar dapat menangkap lebih banyak energi dan membangkitkan lebih banyak listrik.

Di atas menara ini kemudian dipasang nacelle, semacam rumah/dudukan yang di dalamnya berisi komponen-komponen penting seperti generator, gear box, batang penerus putaran, pengendali, dsb.

Bagian terpenting dari pembangkit listrik tenaga angin adalah baling-baling dan rotor. Kebanyakan turbin memiliki dua atau tiga keping baling-baling. Bila angin bertiup, baling-baling inilah yang "terangkat" dan berotasi untuk memutar poros. Baling-baling dan poros bersama-sama disebut rotor.

Gear box, merupakan sistem roda gigi yang menghubungkan batang kecepatan rendah ke batang kecepatan tinggi untuk meningkatkan kecepatan rotasi dari sekitar 30 - 60 rotasi per menit (rpm) hingga sekitar 1.200 - 1.500 rpm, kecepatan rotasi ini diperlukan oleh sebagian besar generator untuk memproduksi listrik. Beberapa insinyur kini mengembangkan generator-generator putaran langsung (direct-drive) yang beroperasi pada kecepatan putaran lebih rendah dan tidak memerlukan gear box.

Pengendali (controller), berfungsi menghidupkan mesin pada kecepatan angin sekitar 8 - 16 mil per jam (mph) dan menghentikannya pada kecepatan sekitar 65 mph. Lebih dari 65 mph generatornya bisa kelebihan panas.

Generator, sebagai pembangkit listrik biasanya generator induksi off-the-shelf yang menghasilkan 60-cycle listrik bolak-balik (AC).

Peralatan tambahan lainnya adalah anemometer, untuk mengukur kecepatan angin dan mengirimkan datanya ke pengendali. Rem, untuk menghentikan rotor dalam keadaan darurat.

Kapasitas turbin skala besar biasanya berkisar dari 50 kW hingga beberapa megawatt. Turbin-turbin besar biasanya dikelompokkan bersama dalam "perladangan angin", yang menyediakan energi besar untuk jaringan listrik.

Turbin-turbin kecil tunggal, di bawah 50 kW, biasanya digunakan untuk rumah-rumah, telekomunikasi, atau pompa air. Turbin kecil kadangkala digunakan dengan generator-generator diesel, baterai, dan sistem fotovoltaik. Sistem ini disebut sistem angin hibrid dan khusus digunakan di tempat terpencil, tanpa jaringan listrik. (DS/sumber: www.eere.energy.gov )***


Saturday, 5 July 2008

Mobil Mini nan Murah

KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) di dunia yang terus melejit, sedikit banyak akan memukul industri otomotif, betapa tidak alat transportasi yang satu ini cukup banyak menyedot bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui ini.

Tidak sedikit produsen otomotif di berbagai belahan bumi ini memeras otak untuk menciptakan kendaraan yang mengonsumsi BBM lebih irit. Salah satu upaya itu adalah dengan memperkecil ukurannya, maka kategori mobil mini pun kini dilirik kembali.

Di awal tahun 2008 ini dunia otomotif sempat dihebohkan dengan peluncuran mobil mini nan ekonomis bernama Nano. Mobil buatan Tata Motor Co. dari India ini dijual per unitnya hanya seharga 100.000 rupee, bila dirupiahkan sekitar Rp 22,5, tak heran bila mobil rakyat ini diklaim sebagai mobil termurah dan teririt di dunia. Mobil mungil ini bentuknya kompak, mampu menerobos jalanan yang padat di kota-kota besar.

Tata Nano ini menggunakan daya mesin sebesar 33 HP, kapasitas 624 cc, dengan bahan bakar bensin dengan sistem transmisi CVT atau manual dengan 5 kecepatan. Mesin dua silindernya memanfaatkan sistem injeksi bahan bakar Value Motronic buatan Bosch, yang dipasang di bagian belakang kendaraan bersatu dengan baterainya.

Sementara ruang bagasi kecil diletakkan di bagian depan. Pada dashboard terpasang speedometer, fuel gauge, dan indikator oli. Untuk mengurangi bobot kendaraan, bodinya dibuat dari plastik. Dari hasil test drive, mobil untuk empat penumpang ini hanya membutuhkan 5 liter bensin untuk jarak 100 km atau sekitar 20 km per liter.

Peluncuran mobil mini Tata Nano, menurut beberapa kalangan, berpotensi memicu revolusi di bidang otomotif, betapa tidak selama ini para pemilik mobil kerap dikategorikan sebagai orang kaya. Asumsi ini terpatahkan dengan hadirnya Tata Nano yang memungkinkan kalangan menengah pun bisa memiliki mobil atau bagi pemilik sepedamotor yang ingin beralih ke mobil.

Menyusul sukses Tata meluncurkan mobil hematnya, beberapa pabrikan mulai ancang-ancang memproduksi jenis mobil yang sama. Mitsubishi, produsen mobil asal Jepang juga berencana memproduksi mobil mininya secara global.

Mobil ini diperkirakan akan masuk Eropa, Jepang, dan Asia Tenggara, mungkin juga ke Indonesia, pada tahun 2010. Jenis kendaraan mini car Mitsubishi akan menggunakan standar kendaraan mini Jepang; panjang mobil tak akan lebih dari 11,2 kaki dan lebar tak lebih dari 5 kaki, dengan kapasitas mesin 660 cc. Namun di luar Jepang batasan ini akan fleksibel. Mobil mini saat ini memang tengah populer di Jepang, itu karena konsumsi BBM-nya yang efisien dipadu dengan biaya perawatan yang rendah.

Di negeri asalnya, Tata Nano akan menghadapi kompetitor yang patut diperhitungkan. Bajaj kini tengah menjalinan kerja sama dengan Renault dan Nissan untuk melansir sebuah mobil mini dengan nama sandi UCL. Mobil ini diperkirakan akan dijual seharga US$ 2.500 - 3.000. Pabriknya akan mulai beroperasi tahun 2011 dengan kapasitas produksi 400.000 unit per tahun.

Gaung Tata Nano pun mengimbas produsen otomotif terkemuka sekelas General Motors. Walaupun tidak ada niatan membuat mobil mini yang sejenis, namun GM 'terpaksa' mencari jalan agar mampu menciptakan mobil dengan harga yang lebih murah, paling tidak di bawah US$ 4.000. (Didin Rosidin /dari berbagai sumber)***

Saturday, 28 June 2008

Para Kandidat Biodiesel

Biodiesel adalah bahan bakar yang berasal dari makhluk hidup, kebanyakan merupakan minyak nabati (tumbuhan). Biodiesel biasanya digunakan sebagai campuran/dioplos dengan solar, atau sepenuhnya menggantikan petroleum diesel tersebut. Bukankah ketika mesin diesel tercipta seabad silam oleh Rudolf Diesel juga memanfaatkan minyak kacang tanah sebagai bahan bakarnya.

Setidaknya ada 60 macam tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan baku biodiesel di antaranya adalah jarak, kelapa sawit, randu, nyamplung, kelapa, jagung, singkong, nimba, kakao, kayu manis, kelor, kemiri, padi, pepaya, rambutan, sirsak, srikaya, wijen, kecipir, karet, kosambi. Yang sudah diteliti dan diterapkan sebagai bahan bakar adalah pohon jarak dan kelapa sawit.

Untuk menjadi bahan bakar, minyak nabati yang dihasilkan karakteristiknya mesti menyerupai solar.
Kelapa sawit memang cukup melimpah di negeri ini, namun tidak terlalu diandalkan untuk bahan biodiesel, karena selama ini juga dibutuhkan oleh industri pangan, selain juga membeku pada suhu 16 derajat C.

Para ahli menyarankan minyak jarak pagar (Jatropha curcas) sebagai alternatif paling potensial. Soalnya, kadar minyaknya relatif tinggi, 30% per kg biji kering dan tidak dikonsumsi. Minyak jarak membeku pada suhu 3 derajat C.
Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dengan kadar minyaknya yang tinggi (40 - 73%) banyak dilirik, namun ketersediaan biji masih terbatas.

Satu lagi yang cukup menjanjikan adalah kapok atau randu (Ceiba petandra).
Nimba atau mimba, bisa juga diekstrak menjadi biodiesel, daging biji Azadirachta indica ini 50% mengandung minyak lemak. Hasil ekstraksi alkohol pada daging biji nimba, bila diperah menghasilkan minyak nimba. Melalui proses metalonisis atau etalonisis alias penghancuran alkohol akan dihasilkan biodiesel yang cukup berkualitas.

Jagung juga berpotensi sebagai biodiesel. Biji, kulit dan batangnya mengandung etanol. Unsur ini dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan atau dicampur dengan bensin menjadi gasohol (gasoline alcohol). Kelebihan etanol sebagai bahan bakar, tingkat oktannya tinggi (104 RON) dibanding bensin (95-98 RON). Bila dicampur dengan bensin, kadar oktan bensin akan terdongkrak, sehingga kinerja mesin pun meningkat. Penggunaan gasohol pun membuat busi dan pelumas tetap bersih karena pembakaran lebih sempurna.

Selain dari jagung, gasohol juga bisa dihasilkan dari singkong, yang diproses menjadi ethanol anhydrous 99% atau bioetanol fuel grade. Gasohol singkong ini bisa dicampur dengan bensin hingga 20%, sebagai aditif atau bahkan 100% sebagai pengganti BBM kendaraan tanpa mengubah mesin.

Anda kenal kakao (Theobroma cacao), di balik kelezatannya juga tersimpan manfaat sebagai kandidat biodiesel. Biji kakao mengandung 54-58% minyak lemak. Seperti juga jagung, minyak kakao mengandung etanol yang juga berpotensi sebagai biofuel.


Jangan dilupakan, ekstrak biji alpukat juga mengandung asam lemak methyl ester yang berpotensi sebagai bahan bakar alternatif, biodiesel alpukat. Ini sudah dicoba di AS pada sebuah bus yang berbahan bakar avocado biodiesel. Karena kadar belerang minyak alpukat ini kurang dari 15 ppm, pembakaran akan berlangsung sempurna, sementara emisi CO dan CO2 ke lingkungan bisa dikurangi.
Berbagai penelitian banyak mendukung penggunaan minyak alpukat ini sebagai biodiesel. Alpukat mengandung lemak nabati yang tersusun dari senyawa alkyl ester. Bahan ester ini komposisinya mirip dengan diesel solar.

Kelapa sawit telah lama ditetapkan sebagai bahan bakar alternatif. Hasil perasannya mengandung senyawa yang tergolong monoalkil ester atau metil ester dengan panjang rantai karbon 12 - 20. Inilah bedanya dengan minyak solar yang komponen karbonnya dominan. Di Indonesia penelitian palm biodiesel dirintis sejak 1992, hasil uji coba menunjukkan kinerjanya hampir mirip dengan solar. Bahkan penggunaan minyak sawit mampu menekan emisi CO dan bebas sulfur.

And the winner is... jarak. Inilah kandidat terkuat yang akan muncul sebagai pemenangnya. Berbagai kalangan banyak mempertimbangkan pohon jarak ini, dari segi ekonomi jauh lebih murah dibanding CPO (crude palm oil), yang cukup banyak tapi mahal. Menurut perhitungan para peneliti, harga minyak jarak jauh lebih ekonomis dan kompetitif.


Kendala minyak jarak ada pada pasokan bahan baku. Saat ini areal penanaman jarak masih terbatas, padahal untuk menghasilkan 15.000 liter/hari saja dibutuhkan 2.700 ha lahan. Jika kebutuhan mencapai 2 juta kiloliter, perlu 2 - 3 juta ha lahan. Artinya harus tersedia lahan pertanaman jarak minimal 500.000 ha per tahun.


Untuk menghasilkan 1 liter biodiesel saja diperlukan 2,5 kg biji kering. Sementara pemanfaatan biji dari tanaman nonunggul hanya menghasilkan biji jarak 2-3 kg/pohon/tahun. Artinya setiap hektar lahan yang terdiri dari 2.000-2.500 tanaman hanya menghasilkan 4-5 ton biji kering atau mengeluarkan 1.000-1.500 liter biodiesel/tahun. Untuk menanam jutaan bibit jarak jelas dibutuhkan lahan yang sangat luas. Oleh karenanya program penanaman jarak harus didukung berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.

Tidak ada yang menyangkal industri biodiesel butuh modal ratusan juta bahkan triliunan rupiah. Namun, bila semua kendala bisa diatasi bukan tidak mungkin di tahun 2010 semua mesin diesel di Indonesia sudah menggunakan biodiesel.
Sudah saatnya kita kembali ke khittah sebagaimana mesin diesel pertama bisa jalan dengan minyak kacang tanah. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***

Tanaman Sumber Biodiesel


Jarak pagar (Jatropha curcas), sumber inti biji; kadar (%): 40 - 60

Jarak kaliki (Ricinus communis) biji 45 - 50
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) sabut, daging buah 45-70, 46-54

Kapok/randu (Ceiba petandra) biji 24 - 40

Jagung (Zea mays) lembaga lk. 33

Nimba (Azadirachta indica) daging biji 40 - 50

Nyamplung (Callophyllum inophyllum) inti biji 40 - 73

Alpukat (Persea gratissima) daging buah 40 - 80

Kacang tanah (Arachis hypogea) biji 35 - 55

Kakao (Theobroma cacao) biji 54 - 58

Kayu manis (Cinnamomum burmanni) biji lk. 30

Kelapa (Cocos nucifera) daging buah 60 - 70

Kelor (Moringa oleifera) biji 30 - 49

Kemiri (Aleurites moluccana) inti biji 57 -69


Sumber: dari berbagai sumber

Friday, 23 May 2008

Komputer Multimedia Dalam Genggaman



LEBIH dari sepuluh tahun belakangan ini, konvergensi telah menjadi "impian" para pembuat telefon bergerak, pengembang software, maupun penggunanya. Telah banyak retorika yang dilontarkan berbagai perusahaan seperti Nokia, Samsung, dan Motorola, yang menjanjikan sebuah komputer multimedia hadir di dalam genggaman konsumennya.

Untungnya, retorika para pabrikan itu ternyata bukanlah omong kosong belaka, "impian" itu tidak akan lama lagi terwujud. Paling tidak, tanda-tandanya sudah tampak pada telefon seluler (HP) keluaran terbaru yang kaya fitur canggih semacam kamera, musik, GPS, Wi-Fi, dan sebagainya.

Konvergensi awal ini juga bisa diamati pada peranti superkomplet seperti PDA atau smartphone, bahkan HP cerdas ini disebut-sebut sebagai transisi dari perangkat komunikasi suara ke komputer multimedia. Dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, angka penjualannya diharapkan bisa menyalip komputer laptop. Tengok HP N96 dari Nokia dan seri 905 dari NTTDoCoMo. Kedua smartphone ini telah memiliki power yang sama dengan laptop keluaran tahun 2000.

Tahun lalu Nokia berhasil menjual hampir 200 juta HP kamera dan sekitar 146 juta HP musik, menjadikan perusahaan dari Finlandia ini sebagai penjual kamera digital dan pemutar MP3 terbesar di dunia.

Dalam tahun-tahun mendatang perusahaan ini memprediksi penjualan sebanyak 35 juta HP yang dijejali fitur GPS (Global Positioning System). Sistem navigasi pribadi ini akan menjadi fitur mutakhir yang diadaptasi ke dalam sebuah HP.

"Perangkat yang dikonvergensi tak akan terpisahkan dengan Anda dan akan selalu terhubung," ujar Olli-Pekka Kallasvuo, kepala eksekutif Nokia dalam kesempatan Mobile World Congress di Barcelona, baru-baru ini.

Konvergensi, seperti ditegaskan oleh Nigel Clifford, Kepala Eksekutif Symbian, adalah menyatunya berbagai fungsi media dalam sebuah alat. "Seluruh perangkat tunggal seperti pemutar MP3, kamera digital, dan GPS, akan menyatu ke dalam sebuah HP. Kami akan menuju pada tahap di mana HP akan menjadi sesuatu yang lain," ujarnya.

Tahun lalu, sistem operasi Symbian berhasil dikapalkan pada 188 juta HP dan sepertiganya sudah dilengkapi fitur GPS. "Kami melihat telefon bergerak sedang berevolusi ke arah perangkat multifungsi yang didukung oleh perusahaan elektronik rumah tangga, hiburan multimedia dan aplikasi perusahaan, seluruhnya menyatu," ujar Luis Pineda dari Qualcomm, perusahaan pembuat chip HP terkemuka.

Namun, proses menuju konvergensi tidak serta-merta akan terwujud begitu saja, kemunculannya akan dipicu oleh kombinasi di antara software, layanan, dan perangkat keras (hardware).

Untuk mendukung sebuah konvergensi diperlukan perangkat keras dengan performa tinggi. Mengantisipasi hal ini, Qualcomm telah menyiapkan sebuah chip berkecepatan 1 GHz yang akan menggebrak pasar HP akhir tahun ini, tepat tujuh tahun setelah chip dekstop pertama mampu memecahkan rintangan gigahertz ini. Chipset Snapdragon 1 GHz buatan Qualcomm ini untuk pertama kalinya akan dijajal sejumlah handset terkenal, termasuk Samsung dan HTC.

Selain "daya kuda" yang akan dimiliki Snapdragon, juga akan dilengkapi dengan fitur-fitur yang didedikasikan pada prosesor aplikasi, juga kemampuan untuk menangani foto-foto digital beresolusi 12 megapiksel dan lebih dari 720p citra video definisi tinggi.

"Multicore"

Lebih dari 90 persen HP di dunia ditenagai oleh teknologi yang diciptakan oleh perusahaan Inggris, ARM. Ia merancang arsitektur chip berdasarkan lisensi dari para pembuat semikonduktor seperti Qualcomm dan Broadcom.

Sebuah HP masa depan akan dituntut lebih pada tenaga pemrosesannya, untuk membangun chip-chip dengan pemrosesan lebih besar tidak begitu saja mulus dalam mewujudkannya.

"Bila Anda mengamati sebuah HP, pertama kali yang Anda harus lakukan adalah memangkas casing baterainya. Ini diperlukan agar bisa masuk ke dalam saku, sementara handset ini pun dituntut bekerja setiap hari bukan lagi jam-jaman," ujar Ian Drew dari ARM.

"Ketika Anda mulai menambahkan pengalaman multimedia --seperti grafik 3D, video, dan game-- ada dua cara yang harus dilakukan, ganti dengan prosesor yang lebih besar atau buat chip multicore, di mana Anda bisa mematikan salah satu prosesor ketika Anda tidak membutuhkannya," ujar Drew.

Baru-baru ini, ARM telah mempertunjukkan sebuah arsitektur chip yang disebut Coretex A9, yang menawarkan empat core (prosesor) dalam sebuah chip tunggal. Untuk HP masa depan, Symbian tengah menjalin kerja sama dengan ARM dalam memanfaatkan teknologi multicore ini.

"Anda bisa menggunakan banyak pemrosesan bila Anda memerlukannya. Akan tetapi, bila tidak memerlukannya Anda bisa menurunkan daya salah satu core-nya," ujar Clifford.

Menurutnya, multiprocessing secara simetris (symmetrical multiprocessing, SMP) semacam ini akan memacu aplikasi-aplikasi HP generasi mendatang. Tidaklah mengherankan bila para vendor silikon mengamati dengan sangat serius bagaimana mereka memadukan SMP ini.

Fitur "game"

Fitur game juga tidak luput dari sentuhan HP generasi mendatang. Di masa depan, kemampuan game dari handset secara cepat akan diperbaiki, dunia permainan akan menjadi fitur berikutnya yang akan luruh ke dalam HP. "Ini akan menjadi salah satu perangkat tunggal yang akan mulai merasakan tekanan dari HP," ujar Clifford.

Saat ini, akselerasi grafis 3D telah menjadi standar untuk kebanyakan HP dan para spesialis di bidang ini, seperti Nvidia telah memberikan kontribusinya di pasaran. Chip APX 2500 dari Nvidia memiliki cukup akselerasi grafik 3D untuk menjalankan game Quake 3, sebuah game PC keluaran 1999, pada HP.

Para pemilik handset juga kini mulai mendambakan sebuah pengalaman online yang sama seperti yang dirasakan para pengguna PC desktop. Web 2.0, jejaring sosial dan situs berbagi video, berharap menjadi bagian dari keseharian HP mereka.

"Namun, Anda memerlukan kemampuan menarik data. HP generasi mendatang memerlukan gelombang radio dengan performa tinggi, memiliki kecepatan data tinggi yang akan mengantarkan konten online ini ke hadapan Anda," ungkap Drew dari ARM.

Symbian kini tengah mengembangkan teknologi yang disebut Freeway untuk memberikan HP kemampuan meluncur secara mulus di antara jaringan nirkabel, dan jaringan sel seperti 3G dan 4G.

Ada sekitar tiga miliar pengguna HP saat ini di seluruh dunia. Sementara itu, jumlah peralatan yang bisa akses internet juga naik secara cepat. Tak dapat dimungkiri, masa depan web sesungguhnya ada pada perangkat bergerak. Dan dengan tidak adanya perusahaan yang mendominasi di arena ini, perlombaan pun akan sangat ketat. (Dede Suhaya)***

Tulisan ini pernah dimuat di HU Pikiran Rakyat