Senin, 05 Januari 2009

Ponsel Kecemplung, Bukan Masalah

MUNGKIN di antara anda pemilik telepon seluler (ponsel) pernah mengalami kejadian tragis, tanpa disengaja ponsel kesayangan kecemplung ke dalam air. Bisa dipastikan ponsel itu tak akan ketulungan lagi, tak bisa digunakan alias mati total.

Untuk peralatan elekronik, perlindungan terhadap air sangatlah penting. Perlu anda ketahui, kerusakan akibat air di AS kini mendominasi alasan atas klaim asuransi berbagai perangkat mobile. Lebih dari 1,2 juta mengaku jatuh ke toilet, ke dalam minuman atau ke dalam mesin cuci.

Namun, ada kabar gembira buat anda yang pernah mengalami hal buruk seperti itu. Karena sebuah perusahaan dari Inggris, P2i Ltd, telah memperkenalkan teknologi "Super-hydrophobic Ion-Mask" atau bila di-Indonesia-kan artinya kira-kira "Topeng Ion Sangat Benci Air", yang mampu melindungi berbagai peralatan dari kondisi basah, terpercik air atau tenggelam sekalipun.

Teknologi Ion-Mask diadopsi dari teknologi militer buatan Defence Science and Technology Lab Inggris yang sejatinya diperuntukkan melindungi tentara dari cairan dan zat-zat beracun, bila terjadi perang biologis atau kimia.

Seperti kita ketahui, pelindung ponsel terhadap air yang sekarang ada di pasaran biasanya terbuat dari karet, plastik atau kaca kedap air, ponsel tinggal diberi sarung dengan bahan-bahan ini. Ion-Mask tidaklah seperti itu kerjanya, ia merupakan sekumpulan partikel kimia yang mampu membentuk lapisan pelindung berupa plasma (sejenis gas yang bermuatan listrik). Plasma inilah yang membungkus seluruh permukaan benda dan membentuk selimut maya yang mampu menghalau berbagai zat cair, seperti air atau minyak. Lapisan seukuran nanometer ini tidak hanya melindungi permukaan luar tapi juga bagian dalamnya tanpa merusak presisi alat.

Pemanfaatan teknologi Ion-Mask pada perangkat elektronik seperti ponsel, PDA, kamera digital, atau iPod, dijamin tidak akan mengorbankan desainnya. Tidak perlu merancang ponsel yang dilapisi karet dan berukuran besar, agar bisa anti air. Teknologi Ion-Mask tidak masalah diterapkan pada ponsel-ponsel berukuran tipis yang kini sedang tren.

Tak kurang dari vendor-vendor besar ponsel semacam Nokia dan Sony-Ericsson, di masa mendatang akan menerapkan teknologi anti air ini. Ponsel dengan fitur semacam ini akan sangat menguntungkan, sehingga aktivitas berkomunikasi akan lebih leluasa lagi, bisa dilakukan di mana pun.

"Teknologi ini terutama cocok untuk aplikasi-aplikasi mobile bernilai tinggi, yang perlu beroperasi di luar ruangan pada berbagai kondisi cuaca, atau peralatan elektronik mungil dan ringan yang mungkin tidak sengaja dipakai di shower atau sewaktu berenang," ujar Ian Robins, direktur Pengembangan Bisnis dari P2i.

Jadi jangan heran bila suatu saat kita menyaksikan orang-orang bertelepon ria sambil berenang di kolam atau berhalo-halo di kamar mandi. (Didin Rosidin/berbagai sumber)***

Foto: handcellphone.com

1 komentar:

  1. berapa tuh harganya..
    jangan-jangan lebih mahal dari harga ponselnya

    BalasHapus