Selasa, 08 Juli 2014

Paste tanpa Menghilangkan Format


Dalam pembuatan template halaman (dalam hal ini aplikasi QuarkXpress), lahan untuk teks biasanya sudah dilengkapi dengan formatnya; jenis huruf (font), ukuran huruf (size), warna huruf (color), perataan (align), dll.

Nah, bagaimana untuk memanfaatkan format yang sudah ada tersebut sehingga kita tidak perlu memformatnya lagi.

Cara yang paling mudah tentu kita tinggal mengetikan teks di lahan tersebut, otomatis format akan menyesuaikan dengan template.

Tapi bagaimana bila teksnya sudah ada, dimana kita tinggal mengkopi dan mempaste teks ke lahan tersebut.

Mempaste teks yang rutin dilakukan [Cmd+ V] biasanya akan membawa format dari lahan aslinya, jadi format template akan hilang dan digantikan dengan format baru. Tentunya format template yang kita buat menjadi sia-sia.

Ada trik yang mudah untuk mempaste teks tanpa mengubah format template:
  1. Kopi teks dari sumbernya seperti biasa dengan shortcut Cmd + C
  2. Lalu klik lahan di template, atau menyorotnya, atau select all (Cmd + A), tergantung bervariasinya template (satu lahan bisa lebih dari satu format).
  3. Paste dengan key Option + Cmd + V atau dengan klik kanan > Paste Without Formatting.
Cara ini akan menghemat waktu bila kita mengerjakan halaman layout yang banyak.
Semoga bermanfaat.


Selasa, 01 Juli 2014

Scribus 1.4.4, Cara Hemat Layout Halaman Profesional

PERANGKAT lunak untuk layout halaman atau lebih dikenal sebagai desktop publishing, beberapa tahun terakhir ini selalu saja didominasi oleh dua pemain besar, QuarkXPress dan InDesign. Kedua aplikasi ini memang sudah dikenal kehandalannya untuk menangani berbagai keperluan layout halaman profesional.

Adobe InDesign yang telah mengakuisisi Aldus PageMaker pada 2004, dan mengintegrasikan ke dalamnya, kini sudah mencapai versi InDesign CC yang mengadopsi dan berkreasi di teknologi komputasi awan. Sementara pesaingnya, QuarkXPress, tahun lalu juga telah merilis versi terakhirnya QuarkXPress 10, dengan berbagai fitur menarik seperti Xenon Graphics Engine yang membuat tampilan gambar semakin kinclong.

Namun aplikasi tata letak tampilan (layout) bukan hanya QuarkXPress dan InDesign, banyak software untuk keperluan tersebut, sebut saja PagePlus, Microsoft Publisher, Print Shop, PageFocus, dan PageStream.  Namun tidak banyak aplikasi-aplikasi tersebut yang bisa didapatkan de­ngan cuma-cuma alias gratis.

Di antara sekian banyaknya aplikasi desktop publishing (DTP) yang berbayar, ada salah satu atau mungkin satu-satunya aplikasi DTP open-source  yang bisa menjadi solusi untuk menghemat anggaran pembelian perangkat lunak.

 Belum lama ini, tepatnya 29 Mei 2014, Tim Scribus secara resmi meluncurkan Scribus 1.4.4 sebagai aplikasi yang stabil, dan tersedia secara free untuk diunduh di situs resminya www.scribus.net.

Scribus dibangun menggunakan toolkit Qt (bahasa C++) versi bebas, dan pertama kali muncul pada 2003, sebagai software yang dirilis dengan lisensi GNU GPL yang bisa diunduh secara gratis, sebagai alternatif mudah dan murah namun handal untuk keperluan layout halaman penerbitan, seperti pembuatan majalah, surat kabar, buku, poster, newsletter, brosur, undangan, flyer, dll. Yang selama ini selalu diidentikan dengan penggunaan aplikasi berat, rumit, dan mahal.

Scribus dikenal selain berlisensi open-source, artinya bebas untuk digunakan, didistribusikan, atau dikembangkan, juga bersifat lintas platform (cross-platform), bisa dijalankan dalam berbagai sistem operasi, seperti  Windows, Linux, Mac OS X, atau sistem operasi lainnya.



Tool Scribus dirancang sebagai alat bantu layout yang fleksibel, mudah digunakan dan dimengerti, namun juga menawarkan fitur-fitur untuk penerbitan profesional seperti pengaturan separasi warna CMYK (cyan, magenta, yellow, black), manajemen warna ICC (International Color Consortium), kemudahan pembuatan output PDF, dan impor/ekspor dokumen format EPS (encapsulated postscript).
Scribus juga telah mendukung PostScript hingga level 3, juga font embedding dan sub-setting menggunakan font-font seperti TrueType, Type 1 dan OpenType.

Meskipun rilis terbaru ini hanya perubahan kecil dari versi Scribus 1.4.3 ke 1.4.4, namun ada sejumlah perubahan yang signifikan. Versi anyar ini telah menambahkan dukungan untuk ekspor dokumen dalam format PDF/X-1a, juga memperbaiki penanganan image, dan sejumlah fitur untuk memperbaiki stabilitas.

Dengan dukungan PDF/X-1a, ini berarti pengguna bisa mengekspor dokumen Scribus sebagai file PDF dengan seluruh font embedded dan image warna CMYK atau spot.

Sebuah script baru telah ditambahkan yang memungkinkan pengguna secara cepat dan mudah melakukan perataan gambar (align image) di dalam frame. Batas-batas halaman (page borders) juga kini digunakan sebagai garis pembantu (guides), yang memungkinkan pengguna melakukan Snap to Guides.

Scribus 1.4.4 juga menjanjikan perbaikan untuk penanganan transparansi (transparencies) dalam file-file TIFF buatan Photoshop, sementara para pengguna Mac bisa mendapatkan kemampuan ekspor dokumen dalam berbagai format bitmap.

Versi 1.4.4 juga menambahkan dukungan penuh untuk OpenICC Directory Proposal, dan juga mengintegrasikan palet warna CMYK yang dibuat oleh Newspaper Association of America (NAA) untuk iklan suratkabar.

Rilis baru ini juga menjanjikan berbagai  peningkatan, perbaikan bug untuk penyesuaian de­ngan Windows 8, sementara masalah antarmuka pengguna dan tampilan canvas juga telah bisa dipecahkan. Bug yang menyebabkan crash juga telah diperbaiki.

Ghostscript
Meskipun tersedia secara cuma-cuma, penginstalannya mudah, dan membutuhkan spesifikasi komputer yang tidak terlalu tinggi, Scribus, seperti halnya software-software lainnya tidak terlepas dari berbagai kelemahan dan kekurangan. Salah satu isu yang paling krusial pada Scribus adalah ketergantungannya pada Ghostscript.

Ghostscript (GS) adalah sekumpulan software interpreter (penerjemah) bahasa PostScript, de­ngan kemampuan untuk mengkonversi file-file bahasa PostScript ke berbagai format raster, dan menampilkannya di layar, serta mencetaknya pada printer. Ghostscript juga sebagai interpreter untuk file PDF.

Tanpa Ghostscript, Scribus hanya berfungsi setengahnya. Untuk keperluan pracetak, Ghostscript ini mutlak harus ada, dalam Scribus GS berfungsi untuk Print Preview (tampilan sebelum dicetak) dan untuk mengimpor EPS ke dalam frame/box gambar. GS harus diinstal atau diintegrasikan ke dalam Scribus dengan versi yang sesuai. Karena Scribus harus mampu menemukan GS versi terbaru untuk bekerja secara penuh.

Di sinilah masalahnya, pengguna pemula sering merasa frustrasi mencari Ghostscript yang sesuai de­ngan Scribus yang dimiliki. Dan bila akhirnya ditemukan, diunduh, dan diinstalasi, Scribus belum tentu bisa mendeteksinya saat dijalankan, dan pengguna harus memberikan path yang sesuai.

Selain ketergantungannya pada Ghostscript, Scribus juga tidak kompatibel dengan aplikasi DTP berbayar seperti QuarkXPress dan InDesign. Scribus tidak bisa membuka file dari kedua aplikasi tersebut. Penyebabnya mungkin ada hubungannya dengan hak cipta yang tidak boleh dilanggar.

Scribus memang mengambil pendekatan yang berbeda dari paket DTP lainnya, sehingga bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan aplikasi berbayar semacam QuarkXPress , InDesign, PagePlus dan semacamnya, jangan berharap lebih produktif dari sebelumnya, akan butuh waktu untuk mempelajari dan membiasakannya. Untungnya, ada banyak dokumentasi, manual dan bantuan secara online yang bisa kunjungi sewaktu-waktu.***


Jumat, 13 Juni 2014

Ukuran Halaman Koran, Majalah, Tabloid, dan Brosur

 Penting bagi pemula yang ingin mengetahui layout dan design halaman. Di bawah ini ada beberapa panduan mengenai ukuran halaman cetak koran, majalah, tabloid dan lain-lain.

Koran : Koran ada yang  coverage area nasional seperti Kompas, Media Indonesia, Sindo, Republika, Jakarta Post, Jawa Pos, Pos Kota, dan Bisnis Indonesia. Kemudian ada juga yang segmented coverage areanya atau di sebut koran lokal. Sebut saja Pikiran Rakyat, Radar Bekasi, Radar Bogor, Galamedia, Lampung Pos, dan masih banyak lagi. Ukuran standar yang mereka gunakan ialah 330,5mm x 550mm. 

Majalah : Majalah pada dasarnya standar saja, tapi dengan berkembangnya zaman, kreativitas size mulai berkembang dan lebih variatif. Sebut saja majalah ukuran terbesar standar international adalah: 330.5mmX 240.5mm. Untuk ukuran standar majalah adalah: 210.5mm x 270,5mm. (Tempo, Gatra, KOmputer Info dll)

Tabloid : Tabloid di Indonesia sangat memahami posisinya sebagai nomor dua setelah koran. Praktis, mudah di bawa kemana mana dan mudah di baca di mana pun. Ukurannya: 290 mm x 420mm dengan jumlah halamannya 24, 32 hingga 40 halaman.

Brosur : Ukuran kertasnya ada beberapa pilihan yaitu A4, kwarto (21cm x 29,7cm), F4 (21,5cm x 33cm), Letter dan Custom. Hal ini sangat di anjurkan daripada memakai ukuran seenaknya sendiri karena ketentuan ukuran tersebut sudah dikondisikan dengan ukuran kertas plano (kertas ukuran besar sebelum dipotong-potong menjadi bagian tertentu, biasanya dijual khusus untuk distributor dan penjual grosir kertas), jadi sangat pas dan tidak berlebih yang bisa mengakibatkan terjadi pembengkakan biaya.

Newsletter/Buletin : Sering kita lihat di internal perusahaan sangat ideal untuk ukuran A4/letter (jumlah 2 sampai 4 lembar)

Undangan : Tergantung selera, tapi format ukuran untuk memudahkan pencetakan menggunakan ukuran 210,5 mm x 16,5 mm / 160,5 mm x 160,5 mm


Sertifikat/Piagam Penghargaan dan ijazah : ukuran bisa Folio atau A4.

Sumber: http://agoesmiko.blogspot.com/2010/05/ukuran-koran-majalah-tabloid-brosur.html

Kamis, 22 Mei 2014

Privat Browsing dalam Chrome (Incognito Mode)

KETIKA sobat ingin browsing di internet tanpa menyimpan informasi tertentu, atau tidak ingin meninggalkan jejak, sobat dapat menggunakan mode penyamaran (incognito mode) di perambah Google Chrome. Berikut cara kerja mode penyamaran:

Halaman web yang sobat buka dan file yang di-download saat mode penyamaran tidak dicatat dalam histori browsing dan download.
Semua cookie baru akan dihapus setelah sobat menutup semua jendela incognito yang telah sobat buka.
Perubahan yang sobat buat ke bookmark Google Chrome dan pengaturan umum dalam mode incognito masih bisa disimpan.

Sobat juga bisa beralih dari jendela mode penyamaran ke jendela regular dan sebaliknya secara teratur pada waktu yang sama.


Untuk membuka  jendela penyamaran:

Klik menu Chrome (sebelah kanan) toolbar browser.
Pilih New Incognito Window.
Sebuah jendela baru akan terbuka dengan ikon penyamaran (kepala seorang mata-mata) di sudutnya.
Sobat juga dapat menggunakan cara pintas keyboard Ctrl + Shift + N (Windows, Linux, dan Chrome OS) dan ⌘-Shift -N (Mac) untuk membuka jendela incognito.

Untuk keluar jendela penyamaran:

Untuk mengakhiri sesi penyamaran, tutup semua jendela penyamaran.
Klik ikon x di sudut jendela, atau menggunakan cara pintas keyboard Alt + F4 (Windows dan Linux) dan ⌘-Shift -W (Mac) untuk menutup jendela.

Browsing dalam mode penyamaran hanya mencegah Google Chrome menyimpan informasi tentang situs web yang sobat dikunjungi. Namun situs-situs yang sobat kunjungi mungkin masih memiliki catatan kunjungan sobat. Selain itu, setiap file yang disimpan ke komputer atau perangkat mobile masih akan tetap ada.

Sebagai contoh, jika sobat masuk ke akun Google sobat saat dalam mode penyamaran, penelusuran Google sobat akan disimpan di Google Web History. Untuk mencegah ini, sobat dapat menonaktifkannya.***

Source: support.google.com

Minggu, 18 Mei 2014

Membuat Proteksi Folder di Mac OS

Di Windows untuk memproteksi folder/file tanpa bantuan software, biasanya menggunakan program bacht file di DOS atau memanfaatkan enkripsi WinRAR.
Dalam lingkungan OS X proteksi folder dengan password bisa memanfaatkan pembuatan file image.

Langkah-langkahnya seperti di bawah ini:
1. Buka Disk Utility yang ada di folder Applications>Utilities. Agar lebih cepat bisa dicari dengan spotlight.

2. Setelah Disk Utility muncul, klik bagian New Image, isi di bagian Save As misalnya dengan "Rahasia", untuk Where biarkan di Desktop, dan Name samakan "Rahasia", Size bisa diisi berapa kapasitas yang diinginkan. Format: Mac OS Extended (Journaled), Encryption: 128-bit AES encryption (recommended), Partitions: no partition map, Image Format: read/write disk image. Setelah selesai klik Create.

3. Maka akan muncul jendela untuk pengisian password beserta verify-nya, silakan diisi, dan jangan lupa menghilangkan centang pada Remember password in my keychain. Lalu tekan OK.
4. Tunggu proses Creating Image "Rahasia.dmg".

5. Setelah selesai, di desktop akan muncul disk image "Rahasia" dan "Rahasia.dmg". Tutup jendela Disk Utility. Buka file "Rahasia" dengan klik kanan atau double klik. Maka akan terbuka folder untuk menyimpan file. Kita coba Eject file ini atau drag ke tempat sampah.

6. Sekarang double klik pada file "Rahasia.dmg", maka Anda akan diminta password, silakan isikan password yang sudah Anda buat tadi. Kemudian file "Rahasia" akan muncul lagi.

7. Sekarang buka file "Rahasia" tersebut. Di desktop coba anda buat folder baru dengan klik kanan New Folder, beri nama misalnya "dokumen penting" untuk menyimpan file-file Anda yang tidak ingin dilihat orang lain, kemudian drag n drop ke dalam folder "Rahasia" yang telah terbuka. Jangan lupa menghapus folder "dokumen penting" yang masih ada di desktop.

8. Tutup jendela "Rahasia" kemudian Eject. Dan bila di double klik lagi pada "Rahasia.dmg" maka folder "Rahasia" akan muncul kembali beserta folder yang ada di dalamnya. Nah silakan folder yang ada di dalamnya Anda isi dengan file-file rahasia Anda.

9. Jangan lupa bila sudah digunakan folder "Rahasia" harus di-Eject ke tempat sampah dan di-kosongkan dengan "Secure Empty Trash" di menu Finder.

10. Dan untuk menghilangkan kecurigaan, simpan file "Rahasia.dmg" ditempat yang tidak mudah dilihat orang.

Demikian semoga bermanfaat.