Senin, 18 Agustus 2014

‪10 Alasan Belajar Adobe Illustrator‬

Tidak ada komentar:

Adobe Illustrator adalah sebuah program/aplikasi untuk mendesain atau membuat gambar di komputer. Dimana desain atau gambar yang dibuat berbasis vektor.

Mau tau apa itu gambar vektor? Gambar vektor adalah sebuah objek gambar yang dibentuk melalui atau berdasarkan kombinasi garis dan titik (dot) berdasarkan rumusan matematika tertentu.

Inilah 10 alasan harus belajar Adobe Illustrator :

1. Anda dapat dengan bebas mengekspresikan ide

Dengan Adobe Illustrator, Anda memiliki kebebasan untuk membuat desain. Anda bisa mengekspresikan ide-ide Anda dengan cara apa pun yang Anda inginkan untuk Anda benar-benar akan mulai dari awal. Anda diberi kesempatan untuk membuat apa pun yang Anda ingin membuat dengan alat-alat di Illustrator. Yang pasti, apapun desain yang Anda ingin lakukan, itu akan selalu berakhir dgn baik.

2. Anda dapat membuat logo

Semua seni asli bekerja menggunakan vektor dapat dilakukan di Illustrator yang menempatkan logo merancang di baris pertama. Menggunakan pen tool, Anda dapat membuat bentuk untuk logo Anda. Logo Anda juga akan memiliki latar belakang yang terisolasi sehingga mudah bagi Anda untuk menggunakannya di mana saja Anda inginkan. Anda dapat memilih warna yang besar yang sesuai untuk logo Anda.

3. Anda dapat menggambar objek

Obyek dan gambar bisa dilakukan secara realistis dalam Adobe Illustrator. Menggunakan alat gradien dan alat mesh, Anda dapat membuat objek terlihat nyata. Alat-alat ini dapat membantu menciptakan permukaan yang halus dan nuansa yang besar. Anda juga dapat memberikan penekanan pada beberapa rincian dalam gambar. Hasil kerja Anda pasti akan terkesan dan memukau dalam persentasi.

4. Anda dapat menggambar kartun

Karakter kartun lucu digunakan sebagai maskot, untuk branding, untuk komik dan untuk tujuan apa pun bisa dilakukan di Illustrator. Dalam menciptakan itu, gunakan pen tool. Gunakan warna datar untuk kartun dan menambahkan beberapa shading menggunakan gradient tool. Jika pernah ada perubahan tertentu untuk gambar, Anda dapat dengan mudah mengedit dengan Illustrator. Anda bahkan dapat mengubah warna dengan mudah.

5. Anda dapat menggambar ikon.

Dengan sistem grid kuat Adobe Illustrator, Anda dapat dengan mudah menggambar grafik ikon menggunakan bentuk yang berbeda. Anda hanya cukup cocok lingkaran, kotak, persegi panjang dan bentuk lain ke dalam kotak. Sangat mudah untuk mewarnai mereka dan mengatur mereka yang menggunakan alat di Illustrator. Anda pasti akan menikmati menggunakan program ini dalam menciptakan ikon untuk Anda akan mencapai output yang diinginkan.

6. Anda dapat menggambar peta

Peta ini penting untuk menunjukkan di mana lokasi tertentu. Hal ini sangat penting bagi wisatawan dan bagi orang lain yang akan membutuhkan bantuan arah kanan. Dalam Illustrator, Anda dapat membuat peta menggunakan alat baris dan pena untuk menggambar garis dan bentuk. Menggunakan pen tool mungkin cukup sulit pada awalnya, tetapi dengan latihan, Anda akan dapat dengan mudah mengedit dan menggambar apapun yang Anda inginkan untuk peta.

7. Anda dapat menggambar grafik info

Info statistik menunjukkan grafik dan angka-angka yang diterbitkan di surat kabar, poster majalah dan website. Anda dapat membuatnya sempurna di Illustrator. Anda dapat membuat grafik dan diagram lingkaran dengan hanya memasukkan data dan angka. Anda akan pasti dengan mudah menyelesaikan grafis info Anda dengan program ini.

8. Anda dapat mengubah ukuran dengan kualitas baik

Karena Anda akan membuat vektor, Anda dapat mengubah ukuran mereka dan skala mereka tanpa kehilangan kualitas gambar. Ini tidak akan terdistorsi dan rincian masih akan menjadi jelas. Tidak peduli seberapa besar Anda membuatnya, masih akan memiliki resolusi yang baik. Anda dapat melakukan jauh dengan piksel untuk itu adalah vektor grafis.

9. Anda dapat mencetak dengan pemisahan warna

Dalam pencetakan, ada saat-saat pemisahan warna yang diperlukan. Output dari Adobe Illustrator dapat bekerja dengan baik dengan pemisahan warna. Oleh karena itu, Anda tidak akan mengalami kesulitan apapun ketika datang ke percetakan. Ada saat bahwa tidak peduli seberapa besar desain Anda, Anda akan kesulitan untuk output tidak sebagus seperti yang Anda harapkan. Tapi dengan Illustrator, output masih akan terlihat besar bahkan di cetak.

10. Anda dapat menyimpan vektor EPS file

Keuntungan lain dari menggunakan Adobe Illustrator adalah kemampuan untuk menyimpan file sebagai EPS. File EPS membuatnya mudah untuk mencetak output tajam. Anda akan dijamin untuk memiliki logo terlihat baik atau seni rinci untuk brosur dan poster. Jika Anda mencetak tanda-tanda atau grafis vinil, Anda akan perlu untuk menyimpannya sebagai EPS juga.

Adobe Illustrator sebenarnya dapat digunakan untuk apa saja yang berkaitan dengan desain. Ini tentu memberikan Anda kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas Anda melalui karya seni yang berbeda. Jadi, jika Anda belum menggunakan Adobe Illustrator belum, kenapa tidak Anda coba gunakan sekarang?

Sumber: TERASDEPAN


Minggu, 10 Agustus 2014

Apple Patenkan Konsep Cas Nirkabel

Tidak ada komentar:
Berbagai periferal masa depan produk Apple seperti
keyboard dan mouse bisa isi ulang baterenya (cas) secara nirkabel
sesuai dengan paten baru yang dikeluarkan raksasa gadget ini.

Dokumen-dokumen dari Kantor Paten dan Merek Datang AS yang digali oleh
AppleInsider, baru-baru ini, menggambarkan suatu sistem yang akan menggunakan nirkabel near-field
magnetic resonance (NFMR) untuk mengirim dan menerima sejumlah kecil
listrik.

Meskipun tidak cukup kuat untuk bekerja pada perangkat seperti iPhone
dan iPads, teknologi ini pada dasarnya dapat menciptakan sebuah 'zona
pengisian' di sekitar komputer desktop Apple.

Alhasil, keyboard dan mouse bisa menjadi lebih ramping dan lebih
ringan tanpa baterai, meskipun dalam paten ini menyatakan bahwa catu
daya kecil perlu disimpan saat meninggalkan zona pengisian daya ini.

Meskipun penggemar gadget Apple akan kecewa karena paten ini tidak
berlaku untuk perangkat mobile, ada beberapa rumor bahwa iPhone 6 yang
akan datang akan mencakup fitur seperti ini. ***



Sebuah gambar dari dokumen paten yang menunjukkan 'zona pengisian'.

Selasa, 08 Juli 2014

Paste tanpa Menghilangkan Format

Tidak ada komentar:

Dalam pembuatan template halaman (dalam hal ini aplikasi QuarkXpress), lahan untuk teks biasanya sudah dilengkapi dengan formatnya; jenis huruf (font), ukuran huruf (size), warna huruf (color), perataan (align), dll.

Nah, bagaimana untuk memanfaatkan format yang sudah ada tersebut sehingga kita tidak perlu memformatnya lagi.

Cara yang paling mudah tentu kita tinggal mengetikan teks di lahan tersebut, otomatis format akan menyesuaikan dengan template.

Tapi bagaimana bila teksnya sudah ada, dimana kita tinggal mengkopi dan mempaste teks ke lahan tersebut.

Mempaste teks yang rutin dilakukan [Cmd+ V] biasanya akan membawa format dari lahan aslinya, jadi format template akan hilang dan digantikan dengan format baru. Tentunya format template yang kita buat menjadi sia-sia.

Ada trik yang mudah untuk mempaste teks tanpa mengubah format template:
  1. Kopi teks dari sumbernya seperti biasa dengan shortcut Cmd + C
  2. Lalu klik lahan di template, atau menyorotnya, atau select all (Cmd + A), tergantung bervariasinya template (satu lahan bisa lebih dari satu format).
  3. Paste dengan key Option + Cmd + V atau dengan klik kanan > Paste Without Formatting.
Cara ini akan menghemat waktu bila kita mengerjakan halaman layout yang banyak.
Semoga bermanfaat.


Selasa, 01 Juli 2014

Scribus 1.4.4, Cara Hemat Layout Halaman Profesional

Tidak ada komentar:
PERANGKAT lunak untuk layout halaman atau lebih dikenal sebagai desktop publishing, beberapa tahun terakhir ini selalu saja didominasi oleh dua pemain besar, QuarkXPress dan InDesign. Kedua aplikasi ini memang sudah dikenal kehandalannya untuk menangani berbagai keperluan layout halaman profesional.

Adobe InDesign yang telah mengakuisisi Aldus PageMaker pada 2004, dan mengintegrasikan ke dalamnya, kini sudah mencapai versi InDesign CC yang mengadopsi dan berkreasi di teknologi komputasi awan. Sementara pesaingnya, QuarkXPress, tahun lalu juga telah merilis versi terakhirnya QuarkXPress 10, dengan berbagai fitur menarik seperti Xenon Graphics Engine yang membuat tampilan gambar semakin kinclong.

Namun aplikasi tata letak tampilan (layout) bukan hanya QuarkXPress dan InDesign, banyak software untuk keperluan tersebut, sebut saja PagePlus, Microsoft Publisher, Print Shop, PageFocus, dan PageStream.  Namun tidak banyak aplikasi-aplikasi tersebut yang bisa didapatkan de­ngan cuma-cuma alias gratis.

Di antara sekian banyaknya aplikasi desktop publishing (DTP) yang berbayar, ada salah satu atau mungkin satu-satunya aplikasi DTP open-source  yang bisa menjadi solusi untuk menghemat anggaran pembelian perangkat lunak.

 Belum lama ini, tepatnya 29 Mei 2014, Tim Scribus secara resmi meluncurkan Scribus 1.4.4 sebagai aplikasi yang stabil, dan tersedia secara free untuk diunduh di situs resminya www.scribus.net.

Scribus dibangun menggunakan toolkit Qt (bahasa C++) versi bebas, dan pertama kali muncul pada 2003, sebagai software yang dirilis dengan lisensi GNU GPL yang bisa diunduh secara gratis, sebagai alternatif mudah dan murah namun handal untuk keperluan layout halaman penerbitan, seperti pembuatan majalah, surat kabar, buku, poster, newsletter, brosur, undangan, flyer, dll. Yang selama ini selalu diidentikan dengan penggunaan aplikasi berat, rumit, dan mahal.

Scribus dikenal selain berlisensi open-source, artinya bebas untuk digunakan, didistribusikan, atau dikembangkan, juga bersifat lintas platform (cross-platform), bisa dijalankan dalam berbagai sistem operasi, seperti  Windows, Linux, Mac OS X, atau sistem operasi lainnya.



Tool Scribus dirancang sebagai alat bantu layout yang fleksibel, mudah digunakan dan dimengerti, namun juga menawarkan fitur-fitur untuk penerbitan profesional seperti pengaturan separasi warna CMYK (cyan, magenta, yellow, black), manajemen warna ICC (International Color Consortium), kemudahan pembuatan output PDF, dan impor/ekspor dokumen format EPS (encapsulated postscript).
Scribus juga telah mendukung PostScript hingga level 3, juga font embedding dan sub-setting menggunakan font-font seperti TrueType, Type 1 dan OpenType.

Meskipun rilis terbaru ini hanya perubahan kecil dari versi Scribus 1.4.3 ke 1.4.4, namun ada sejumlah perubahan yang signifikan. Versi anyar ini telah menambahkan dukungan untuk ekspor dokumen dalam format PDF/X-1a, juga memperbaiki penanganan image, dan sejumlah fitur untuk memperbaiki stabilitas.

Dengan dukungan PDF/X-1a, ini berarti pengguna bisa mengekspor dokumen Scribus sebagai file PDF dengan seluruh font embedded dan image warna CMYK atau spot.

Sebuah script baru telah ditambahkan yang memungkinkan pengguna secara cepat dan mudah melakukan perataan gambar (align image) di dalam frame. Batas-batas halaman (page borders) juga kini digunakan sebagai garis pembantu (guides), yang memungkinkan pengguna melakukan Snap to Guides.

Scribus 1.4.4 juga menjanjikan perbaikan untuk penanganan transparansi (transparencies) dalam file-file TIFF buatan Photoshop, sementara para pengguna Mac bisa mendapatkan kemampuan ekspor dokumen dalam berbagai format bitmap.

Versi 1.4.4 juga menambahkan dukungan penuh untuk OpenICC Directory Proposal, dan juga mengintegrasikan palet warna CMYK yang dibuat oleh Newspaper Association of America (NAA) untuk iklan suratkabar.

Rilis baru ini juga menjanjikan berbagai  peningkatan, perbaikan bug untuk penyesuaian de­ngan Windows 8, sementara masalah antarmuka pengguna dan tampilan canvas juga telah bisa dipecahkan. Bug yang menyebabkan crash juga telah diperbaiki.

Ghostscript
Meskipun tersedia secara cuma-cuma, penginstalannya mudah, dan membutuhkan spesifikasi komputer yang tidak terlalu tinggi, Scribus, seperti halnya software-software lainnya tidak terlepas dari berbagai kelemahan dan kekurangan. Salah satu isu yang paling krusial pada Scribus adalah ketergantungannya pada Ghostscript.

Ghostscript (GS) adalah sekumpulan software interpreter (penerjemah) bahasa PostScript, de­ngan kemampuan untuk mengkonversi file-file bahasa PostScript ke berbagai format raster, dan menampilkannya di layar, serta mencetaknya pada printer. Ghostscript juga sebagai interpreter untuk file PDF.

Tanpa Ghostscript, Scribus hanya berfungsi setengahnya. Untuk keperluan pracetak, Ghostscript ini mutlak harus ada, dalam Scribus GS berfungsi untuk Print Preview (tampilan sebelum dicetak) dan untuk mengimpor EPS ke dalam frame/box gambar. GS harus diinstal atau diintegrasikan ke dalam Scribus dengan versi yang sesuai. Karena Scribus harus mampu menemukan GS versi terbaru untuk bekerja secara penuh.

Di sinilah masalahnya, pengguna pemula sering merasa frustrasi mencari Ghostscript yang sesuai de­ngan Scribus yang dimiliki. Dan bila akhirnya ditemukan, diunduh, dan diinstalasi, Scribus belum tentu bisa mendeteksinya saat dijalankan, dan pengguna harus memberikan path yang sesuai.

Selain ketergantungannya pada Ghostscript, Scribus juga tidak kompatibel dengan aplikasi DTP berbayar seperti QuarkXPress dan InDesign. Scribus tidak bisa membuka file dari kedua aplikasi tersebut. Penyebabnya mungkin ada hubungannya dengan hak cipta yang tidak boleh dilanggar.

Scribus memang mengambil pendekatan yang berbeda dari paket DTP lainnya, sehingga bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan aplikasi berbayar semacam QuarkXPress , InDesign, PagePlus dan semacamnya, jangan berharap lebih produktif dari sebelumnya, akan butuh waktu untuk mempelajari dan membiasakannya. Untungnya, ada banyak dokumentasi, manual dan bantuan secara online yang bisa kunjungi sewaktu-waktu.***


Jumat, 13 Juni 2014

Ukuran Halaman Koran, Majalah, Tabloid, dan Brosur

Tidak ada komentar:
 Penting bagi pemula yang ingin mengetahui layout dan design halaman. Di bawah ini ada beberapa panduan mengenai ukuran halaman cetak koran, majalah, tabloid dan lain-lain.

Koran : Koran ada yang  coverage area nasional seperti Kompas, Media Indonesia, Sindo, Republika, Jakarta Post, Jawa Pos, Pos Kota, dan Bisnis Indonesia. Kemudian ada juga yang segmented coverage areanya atau di sebut koran lokal. Sebut saja Pikiran Rakyat, Radar Bekasi, Radar Bogor, Galamedia, Lampung Pos, dan masih banyak lagi. Ukuran standar yang mereka gunakan ialah 330,5mm x 550mm. 

Majalah : Majalah pada dasarnya standar saja, tapi dengan berkembangnya zaman, kreativitas size mulai berkembang dan lebih variatif. Sebut saja majalah ukuran terbesar standar international adalah: 330.5mmX 240.5mm. Untuk ukuran standar majalah adalah: 210.5mm x 270,5mm. (Tempo, Gatra, KOmputer Info dll)

Tabloid : Tabloid di Indonesia sangat memahami posisinya sebagai nomor dua setelah koran. Praktis, mudah di bawa kemana mana dan mudah di baca di mana pun. Ukurannya: 290 mm x 420mm dengan jumlah halamannya 24, 32 hingga 40 halaman.

Brosur : Ukuran kertasnya ada beberapa pilihan yaitu A4, kwarto (21cm x 29,7cm), F4 (21,5cm x 33cm), Letter dan Custom. Hal ini sangat di anjurkan daripada memakai ukuran seenaknya sendiri karena ketentuan ukuran tersebut sudah dikondisikan dengan ukuran kertas plano (kertas ukuran besar sebelum dipotong-potong menjadi bagian tertentu, biasanya dijual khusus untuk distributor dan penjual grosir kertas), jadi sangat pas dan tidak berlebih yang bisa mengakibatkan terjadi pembengkakan biaya.

Newsletter/Buletin : Sering kita lihat di internal perusahaan sangat ideal untuk ukuran A4/letter (jumlah 2 sampai 4 lembar)

Undangan : Tergantung selera, tapi format ukuran untuk memudahkan pencetakan menggunakan ukuran 210,5 mm x 16,5 mm / 160,5 mm x 160,5 mm


Sertifikat/Piagam Penghargaan dan ijazah : ukuran bisa Folio atau A4.

Sumber: http://agoesmiko.blogspot.com/2010/05/ukuran-koran-majalah-tabloid-brosur.html