Sabtu, 05 Juli 2008

Mobil Mini nan Murah

KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) di dunia yang terus melejit, sedikit banyak akan memukul industri otomotif, betapa tidak alat transportasi yang satu ini cukup banyak menyedot bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui ini.

Tidak sedikit produsen otomotif di berbagai belahan bumi ini memeras otak untuk menciptakan kendaraan yang mengonsumsi BBM lebih irit. Salah satu upaya itu adalah dengan memperkecil ukurannya, maka kategori mobil mini pun kini dilirik kembali.

Di awal tahun 2008 ini dunia otomotif sempat dihebohkan dengan peluncuran mobil mini nan ekonomis bernama Nano. Mobil buatan Tata Motor Co. dari India ini dijual per unitnya hanya seharga 100.000 rupee, bila dirupiahkan sekitar Rp 22,5, tak heran bila mobil rakyat ini diklaim sebagai mobil termurah dan teririt di dunia. Mobil mungil ini bentuknya kompak, mampu menerobos jalanan yang padat di kota-kota besar.

Tata Nano ini menggunakan daya mesin sebesar 33 HP, kapasitas 624 cc, dengan bahan bakar bensin dengan sistem transmisi CVT atau manual dengan 5 kecepatan. Mesin dua silindernya memanfaatkan sistem injeksi bahan bakar Value Motronic buatan Bosch, yang dipasang di bagian belakang kendaraan bersatu dengan baterainya.

Sementara ruang bagasi kecil diletakkan di bagian depan. Pada dashboard terpasang speedometer, fuel gauge, dan indikator oli. Untuk mengurangi bobot kendaraan, bodinya dibuat dari plastik. Dari hasil test drive, mobil untuk empat penumpang ini hanya membutuhkan 5 liter bensin untuk jarak 100 km atau sekitar 20 km per liter.

Peluncuran mobil mini Tata Nano, menurut beberapa kalangan, berpotensi memicu revolusi di bidang otomotif, betapa tidak selama ini para pemilik mobil kerap dikategorikan sebagai orang kaya. Asumsi ini terpatahkan dengan hadirnya Tata Nano yang memungkinkan kalangan menengah pun bisa memiliki mobil atau bagi pemilik sepedamotor yang ingin beralih ke mobil.

Menyusul sukses Tata meluncurkan mobil hematnya, beberapa pabrikan mulai ancang-ancang memproduksi jenis mobil yang sama. Mitsubishi, produsen mobil asal Jepang juga berencana memproduksi mobil mininya secara global.

Mobil ini diperkirakan akan masuk Eropa, Jepang, dan Asia Tenggara, mungkin juga ke Indonesia, pada tahun 2010. Jenis kendaraan mini car Mitsubishi akan menggunakan standar kendaraan mini Jepang; panjang mobil tak akan lebih dari 11,2 kaki dan lebar tak lebih dari 5 kaki, dengan kapasitas mesin 660 cc. Namun di luar Jepang batasan ini akan fleksibel. Mobil mini saat ini memang tengah populer di Jepang, itu karena konsumsi BBM-nya yang efisien dipadu dengan biaya perawatan yang rendah.

Di negeri asalnya, Tata Nano akan menghadapi kompetitor yang patut diperhitungkan. Bajaj kini tengah menjalinan kerja sama dengan Renault dan Nissan untuk melansir sebuah mobil mini dengan nama sandi UCL. Mobil ini diperkirakan akan dijual seharga US$ 2.500 - 3.000. Pabriknya akan mulai beroperasi tahun 2011 dengan kapasitas produksi 400.000 unit per tahun.

Gaung Tata Nano pun mengimbas produsen otomotif terkemuka sekelas General Motors. Walaupun tidak ada niatan membuat mobil mini yang sejenis, namun GM 'terpaksa' mencari jalan agar mampu menciptakan mobil dengan harga yang lebih murah, paling tidak di bawah US$ 4.000. (Didin Rosidin /dari berbagai sumber)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar