Selasa, 02 April 2013

Sarapan Tinggi Protein Bisa Mencegah Ngemil dan Membuat Langsing

Sarapan tinggi protein seperti telur dan steak bisa
membantu Anda tetap langsing dan berhenti ngemil di malam hari, para
ilmuwan mengatakan.

Para ahli di University of Missouri telah menemukan bahwa sarapan yang
kaya protein secara signifikan meningkatkan kontrol nafsu makan dan
mengurangi ngemil tidak sehat pada makanan tinggi lemak atau tinggi
gula di malam hari.

Namun menurut penelitian sekitar 60 persen orang muda Amerika secara
konsisten mengabaikann sarapan yang penting ini.

Kini, Heather Leidy, asisten profesor di Department of Nutrition and
Exercise Physiology mengatakan sarapan yang tepat bisa memegang kunci
untuk memecahkan krisis obesitas di AS, yang saat ini lebih dari 25
juta orang dewasa kelebihan berat badan.

Leidy adalah orang pertama yang menguji dampak konsumsi sarapan pada
nafsu makan setiap hari dan malam ngemil pada orang muda yang biasa
melewatkan sarapan.

Dalam studinya, 20 remaja perempuan obesitas usia 18-20 yang
melewatkan sarapan, disuruh mengkonsumsi sarapan tinggi protein yang
terdiri dari telur dan daging sapi tanpa lemak, atau sarapan dengan
protein normal dengan sereal siap makan.

Setiap sarapan terdiri dari 350 kalori dengan kecukupan serat, gula,
lemak, dan kepadatan energi. Sarapan tinggi protein mengandung 35 gram
protein. Partisipan kemudian menyelesaikan kuesioner dan memberikan
sampel darah sepanjang hari.

Sebelum makan malam, otak partisipan discan menggunakan pencitraan
resonansi magnetik  fungsional (fMRI) untuk melacak sinyal otak yang
mengontrol motivasi makan.

Hasilnya, sarapan tinggi protein menyebabkan peningkatan kepenuhan
atau 'kenyang' bersama dengan penurunan aktivitas otak yang
bertanggung jawab untuk mengontrol keinginan makan.

Menurut Leidy, sarapan tinggi protein juga mengurangi ngemil makanan
yang tinggi lemak dan gula dibandingkan dengan tidak sarapan. "Sarapan
kaya protein berdampak pada makan di kemudian hari, ketika orang lebih
mungkin untuk mengonsumsi makanan ringan tinggi lemak atau tinggi
gula," tambah Leidy.

"Data ini menunjukkan bahwa sarapan kaya protein adalah salah satu
strategi yang potensial untuk mencegah makan berlebihan dan
meningkatkan kualitas diet dengan mengganti camilan yang tidak sehat
dengan makanan sarapan berkualitas tinggi," jelasnya seperti dikutip
Daily Mail.

Orang yang biasanya melewatkan sarapan mungkin skeptis tentang
mengkonsumsi makanan di pagi hari, namun Leidy mengatakan hanya
membutuhkan waktu sekitar tiga hari bagi tubuh untuk menyesuaikan diri
dengan makan pagi hari ini. ***