Minggu, 31 Maret 2013

Ilmuwan Peringatkan, Virus Baru Lebih Mematikan daripada SARS


Para ilmuwan telah memperingatkan, sebuah virus baru yang telah merenggut nyawa seorang warga Inggris berpotensi lebih mematikan dibanding SARS.
Coronavirus misterius, yang telah muncul di Timur Tengah, mampu menyerang sistem pernapasan dan hanya teridentifikasi enam bulan lalu. Sejauh ini sudah ada 11 kematian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minggu ini mengatakan seorang pria Inggris kedua telah meninggal.


Penelitian baru telah menemukan bahwa tidak seperti SARS (severe acute respiratory syndrome atau sindrom pernafasan akut), virus baru ini mempengaruhi berbagai organ dalam tubuh, membunuh sel-sel dengan sangat cepat.


Berbicara kepada South China Morning Post, pakar mikrobiologi Yuen Kwok-yung, mengatakan jika virus ini bermutasi lebih lanjut bisa menyebabkan pandemi yang mematikan.
"Ini bisa menjadi lebih ganas dari SARS," katanya.


"Coronavirus SARS menginfeksi sangat sedikit pada sel manusia. Tapi virus baru ini dapat menginfeksi berbagai jenis sel manusia, dan membunuh sel-sel dengan cepat," tambahnya.


Tujuh belas kasus telah diumumkan sejak WHO mengeluarkan peringatan pada bulan September tahun lalu, sebagian besar dihubungkan dengan Timur Tengah.


Minggu ini diumumkan bahwa seorang pria 73 tahun dari Uni Emirat Arab juga telah meninggal akibat virus tersebut. Menurut WHO, ia diterbangkan ke rumah sakit di Munich pekan lalu dan meninggal. Juga dikonfirmasi seorang pria Inggris dengan riwayat perjalanan ke Arab Saudi dan Pakistan telah meninggal di sebuah rumah sakit Inggris.


Sumber coronavirus tidak diketahui, namun para ahli percaya berasal dari kelelawar. Hewan yang bisa menjadi host virus ini termasuk monyet, babi, dan bahkan kelinci.


Para ilmuwan mengatakan virus baru ini dari keluarga virus yang sama yang menyebabkan flu biasa, dan juga yang memicu meledaknya SARS yang melanda dunia dari Asia pada akhir tahun 2003, dan menyebabkan 775 orang tewas.


Gejala coronavirus, yang menurut dokter menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh dalam waktu 48 jam setelah infeksi, termasuk kesulitan bernapas yang parah, demam, batuk, dan radang paru-paru. Hal ini juga dapat menyerang ginjal.


Kasus pertama yang dilaporkan terinfeksi oleh virus yang sebelumnya kurang dikenal ini adalah seorang pria Qatar yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Sebelumnya pada tahun 2012, seorang berkebangsan Arab Saudi diyakini telah meninggal akibat virus ini. ***