Minggu, 07 April 2013

Mengapa Optimisme Membantu Hidup Lebih Lama

foto: coachkip.net
Kita semua ingin merasa dibutuhkan. Tetapi
penelitian terbaru menunjukkan memiliki tujuan yang baik ternyata baik
juga bagi kesehatan kita.

Dalam sebuah penelitian terhadap 7.000 orang, orang-orang yang kuat
memiliki arah hidup lebih dari 70 persen kecil kemungkinannya untuk
menderita stroke.

"Mempertahankan tujuan dalam hidup tidak hanya meningkatkan kualitas
hidup, namun dapat meningkatkan kesehatan fisik dan meningkatkan umur
panjang," kata psikolog klinis Eric Kim, yang memimpin penelitian di
Universitas Michigan.

Ini telah lama dipikirkan bahwa melakukan kegiatan yang berarti
setelah pensiun sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental, yang
seringkali menurun secara dramatis setelah pensiun.

Sementara penelitian sebelumnya difokuskan pada efek merugikan dari
sifat-sifat psikologis yang negatif, seperti depresi dan kecemasan,
penelitian terbaru ini menyelidiki bagaimana sifat-sifat positif,
seperti optimisme, melindungi terhadap penyakit.

Dalam penelitian terbaru ini, seperti dilaporkan Daily Mail, pria dan
wanita berusia 50 tahun ke atas yang dilacak selama empat sampai lima
tahun, dan menyelesaikan tes psikologi untuk mencatat hubungannya
dengan penyakit stroke.

Hasilnya menunjukkan bahwa lebih besarnya seseorang memiliki tujuan,
makin rendah resiko mereka terserang stroke, 73 persen lebih kecil
kemungkinannya untuk menderita stroke dibandingkan dengan mereka yang
memiliki tujuan hidup terendah.

Penelitian lain telah menunjukkan bahwa suasana hati yang positif
dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol, yang juga berpengaruh
dalam stroke. ***