Senin, 04 Maret 2013

Seks Dapat Menyembuhkan Sakit Kepala


Menurut para ilmuwan, seks dapat menyembuhkan sakit kepala,  dan itu lebih baik daripada mencari-cari obat pereda di kotak obat.

Lebih dari separuh penderita migrain yang melakukan hubungan seks selama serangan mengalami peningkatan kesembuhan, dan para peneliti menemukan, satu dari lima penderita sembuh sama sekali.

Apa penyebabnya? Salah satu teori menyebutkan bahwa seks bekerja dengan memicu pelepasan endorfin, penghilang rasa sakit alami dalam tubuh, yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengurangi atau menghilangkan sakit kepala.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa aktivitas seksual selama serangan migren bisa meringankan atau bahkan menghentikan serangan dalam beberapa kasus, dan bahwa aktivitas seksual saat sakit kepala bukanlah merupakan perilaku yang tidak biasa," kata para peneliti.

Menurut mereka, Seks dapat menghentikan migrain dan sakit kepala kluster, dan aktivitas seksual bisa digunakan oleh beberapa pasien sebagai pengobatan sakit kepala akut.

Telah lama diperkirakan bahwa seks dapat memicu sakit kepala. Namun dalam studi terbaru, yang dilaporkan dalam Cephalalgia, jurnal dari International Headache Society, sebuah tim ahli saraf menyelidiki hal yang sebaliknya,yaitu apakah seks benar-benar bisa meredakan gejala sakit kepala migrain dan cluster, atau sakit kepala sebelah.

Dalam studi yang dilakukan di University of Munster, Jerman, ahli saraf mengumpulkan data 400 pasien dengan dua jenis sakit kepala yang telah diobati selama periode dua tahun.

Mereka menemukan bahwa 33 persen telah bercinta selama sakit kepala. Dari mereka, 60 persen dari pasien migrain dan 36 persen laki-laki dan perempuan dengan sakit kepala cluster memiliki peningkatan kesembuhan.

Pria lebih mungkin mendapatkan keuntungan dibandingkan perempuan, dengan 36 persen menggunakan aktivitas seksual sebagai terapi untuk menangani sakit kepalanya.

Sementara itu, 13 persen wanita menggunakan seks untuk memerangi sakit kepala. Dari pasien migrain yang merasa ada perbaikan, 19 persen sembuh dari gejala sakit kepala, 51 persen merasa sembuh secara moderat, dan 29 persen melaporkan sembuh ringan.

"Secara total, 42,7 persen dari semua pasien migrain mengalami setidaknya 50 persen sembuh, tingkat respons yang sama dalam studi pengobatan akut," kata para peneliti.

Konsultan ahli saraf Dr Nick Perak, dari NHS Walton Centre for Neuroscience and Neurosurgery di Liverpool, Inggris mengatakan: "Ini adalah studi pendahuluan, yang membatasi kesimpulan yang dapat dicapai."

Para peneliti mengatakan ada beberapa penjelasan yang mungkin dari temuan ini, termasuk pelepasan endorfin penghilang rasa sakit selama aktivitas seks dan perubahan tekanan darah.

Dari pemindaian juga menunjukkan bahwa daerah hipotalamus otak, aktif selama sakit kepala cluster, dan daerah yang sama juga menunjukkan aktivitas selama orgasme.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar