Jumat, 16 April 2010

Nikola Tesla, Penemu Transmisi Listrik

NAMANYA sebagai ilmuwan sering terlupakan, ketenarannya kalah oleh nama-nama besar sekelas Thomas Alfa Edison, Michael Faraday, dan Guglielmo Marconi. Ironis sekali, kebanyakan orang mengenal namanya dari satuan induksi magnet, yaitu Tesla.

Banyak yang tidak mengetahui bahwa Nikola Tesla adalah ilmuwan jenius terbesar abad modern, karena kontribusinya yang begitu besar bagi  umat manusia. Siapa yang tak kenal dengan transmisi listrik bolak-balik, radio, dan sinar-x  yang kini tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, itulah sebagian dari hasil karya Nikola Tesla.

Tetapi mengapa ilmuwan sejenius Nikola Tesla kurang begitu dikenal? Mungkinkah hal ini disengaja karena kalangan tertentu memiliki kepentingan terhadap penemuan-penemuan Tesla? Ataukah ada pihak-pihak tertentu yang tak menginginkan khalayak akrab dengan yang namanya energi gratis, teknik pengendalian cuaca, transmisi listrik tanpa kabel, atau senjata ”sinar mematikan”? Memang banyak intrik dan kontroversi di seputar ilmuwan eksentrik ini.

Nikola Tesla lahir pada 9 Juli 1856 di desa kecil Smiljan, Kerajaan Austria (sekarang Kroasia). Sejak usia dini ia menunjukkan minatnya pada matematika, mekanika dan fisika. Pada usia 19 tahun Tesla muda masuk Universitas Teknologi Graz, Austria, di sini ia banyak mempelajari penggunaan arus listrik bolak-balik (AC), dan tertarik untuk lebih mengefisienkan motor listrik arus searah (DC) yang ada pada saat itu.

Pada 1882 Tesla bekerja pada Continental Edison Company, sebagai insinyur perancang alat-alat listrik hasil temuan Thomas Alfa Edison. Selama di Paris ini, ia berhasil membuat konsep motor induksi dan mulai mengembangkan berbagai alat yang menggunakan medan magnet berputar, dan mendapat hak patennya pada 1888.

Tesla kemudian hijrah ke New York, Amerika Serikat (AS) pada 6 Juni 1884 untuk bekerja secara langsung dengan Thomas Alfa Edison, dan membantu memecahkan berbagai masalah yang sulit, di perusahaan Edison ini Tesla sempat merancang 24 jenis dinamo. Sayangnya, kedua ilmuwan ini tak pernah cocok satu sama lain, keduanya sering terlibat dalam debat masalah AC dan DC. Tesla membela faham AC sementara Edison sangat menyukai DC.

Karena itu, pada 1886 Tesla kemudian mendirikan perusahaannya sendiri. Dalam waktu singkat ia dapat membuktikan, arus listrik bolak-balik miliknya jauh lebih hebat dibandingkan dengan listrik arus searah Edison. Kurang dari setahun, insinyur listrik brilian ini telah dapat mematenkan 30 hasil penemuannya, khusus dalam bidang teknik listrik dan radio jumlah penemuannya lebih banyak lagi, hingga 700 hak paten.

Tidaklah berlebihan bila  ilmuwan Inggris, Lord Kelvin pernah mengatakan ”kontribusi Tesla di bidang kelistrikan melampaui yang dilakukan orang lain.”

Dialah yang pertama meneliti sinar katoda, sinar-x, radiasi ultra violet  dan efek terapinya. Tesla pula yang membuat rancangan tabung lampu fluorescent dan sinar laser. Kumparan Tesla adalah salah satu hasil temuan yang mengabadikan namanya.

Kerja sama Nikola Tesla dengan George Westinghouse, seorang insinyur dan wirausahawan terkenal, merupakan tonggak penting dalam perlistrikan dunia, pasalnya pada 1895 mereka membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pertama di dunia yang memanfaatkan air terjun Niagara,  inilah kemenangan final generator listrik AC polyphase buatan Tesla yang mampu mentransmisikan listrik jarak jauh, sejak itu listrik pun mulai menerangi dunia.

Tahun 1912, Tesla dinominasikan untuk hadiah Nobel di bidang ilmu fisika, tetapi ia menolaknya, ia lebih berhak memperolehnya pada 1909 atas Nobel yang dianugerahkan pada Marconi, karena pada 1898 ia telah mendemonstrasikan perahu radio kontrolnya, Tesla menganggap dirinya dan bukan Marconi yang menemukan sirkuit pencari gelombang yang menjadi dasar radio. Keberatan Tesla akhirnya dikabulkan pengadilan tinggi AS tepat di tahun kematiannya.

Tesla sangat peduli dengan transmisi energi bukan cuma dalam jumlah kecil berupa sinyal radio, tapi juga energi besar listrik untuk keperluan rumah tangga dan industri. Ia mendemonstrasikan ide ini dengan membangun stasiun pengirim tenaga listrik raksasa di Colorado Springs, Colorado. Instalasi ini serupa lumbung berukuran 60 cm persegi. Tepat di tengah atap berdiri rangka menara setinggi 60 m, yang di puncaknya terpasang bola tembaga berdiameter 90 cm. Di dalam bangunan itu tersusun rangkaian kumparan Tesla. Konstruksi ini mampu membangkitkan gelombang radio frekuensi tinggi yang mampu berjalan jauh ke belahan lain bumi secara bolak-balik. Demonstrasi efek kumparan Tesla untuk instalasi raksasa di Colorado Springs ini mampu menyalakan 200 lampu pijar Edison pada jarak 40 km tanpa kabel.

Tesla sangat terobsesi dengan sistem jaringan dunia, ia memulai projek ambisius ini dengan memanfaatkan getaran listrik alamiah bumi, menurut teorinya, akan tersedia energi listrik yang murah dan universal. Dengan dukungan dana dari pengusaha kereta api J.P. Morgan, ia membangun konstruksi transmisi ini di Wardencliff, Long Island, New York. Projek ini sempat dijalankan selama 12 tahun, namun selama Perang Dunia I  dirobohkan demi alasan keamanan.

Selain dikenal sebagai ilmuwan jenius yang eksentrik, ide-idenya juga cukup gila sehingga situs livescience.com menempatkan Nikola Tesla pada urutan ke-3 dalam Top 10 Mad Scientists setelah Albert Einstein dan Leonardo da Vinci. Ada desas-desus, Tesla menemukan senjata sinar mematikan (death ray) dengan kekuatan dan ketepatan yang belum pernah ada sebelumnya. 

Dugaan penemuan sinar maut  itu dikuatkan dari pernyataan Tesla di akhir hayatnya, ”penemuanku bisa menghancurkan apapun, manusia atau mesin yang ada dalam radius 320 km.”  Tak lama setelah ia berpulang, 7 Januari 1943, beberapa agen FBI mengobrak abrik kamar pribadinya dan mengambil semua dokumen yang diduga berisi rancangan senjata rahasia tersebut.

Banyak kalangan menduga peristiwa ledakan misterius di Tunguska, Siberia pada tahun 1908 adalah ulah dari Nikola Tesla yang menguji coba sinar mematikan ini dari menara Wardencliff di Long Island.
Tidak ada yang tahu pasti ada berapa hasil penemuan Nikola Tesla, karena beberapa karyanya hancur dalam serangkaian kecelakaan, ada juga yang raib secara tiba-tiba atau lebih tepatnya “diamankan”. Salah satu penemuannya yang kontroversial adalah “mesin gempa bumi”. Dalam buku “Nikola Tesla’s Earthquake Machine” karangan Dale Pond dan Walter Baumgartner ini, Tesla mengungkapkan bahwa gempa bumi di dekat laboratoriumnya di New York pada tahun 1898 adalah hasil dari eksperimen  mesin buatannya, Tesla Oscillator.***

3 komentar:

  1. Bukan main. It's amazing and outstanding electro-magnetic invenions.
    If one could destroy things with elegtro-magnetic or laser energy without any transmission means but atmosphere, this could be the initial path of doomsday-world war - mych sever than nuclear wars ....

    BalasHapus
  2. .. Might be worse than nuclear war ..
    CMI: Challenging Mission Impossibilities

    BalasHapus
  3. .. Might be worse than nuclear war ..
    CMI: Challenging Mission Impossibilities

    BalasHapus