Kamis, 09 April 2009

ePaper Pikiran Rakyat, versi Digital "PR" Cetak

BERBARENGAN dengan diluncurkannya Harian Umum Pikiran Rakyat format baru (7 kolom) dan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-43, Selasa (24/3), Pikiran Rakyat Online telah menambah fitur baru berupa e-paper atau koran digital. Dengan mengadopsi format web 2.0, ePaper Pikiran Rakyat yang beralamat situs di http://epaper.pikiran-rakyat.com menjadi lebih virtual dan interaktif.

E-paper Pikiran Rakyat benar-benar menampilkan koran "PR" mirip aslinya tapi dalam format digital tentunya. Di e-paper "PR" anda bisa membaca seluruh edisi "PR" yang terbit pada hari itu, pembaca bisa membalik-balikkan halaman koran dengan cara mengklik tanda panah kiri atau kanan yang ada di baris menu pengendali, yang ada di bagian bawah tampilan koran. Atau juga bisa dibuka-buka dengan cara grab (mouse diklik pada lembaran koran, tahan kemudian tarik ke kiri atau ke kanan).

Untuk bisa membaca berita atau artikelnya, anda harus memperbesar tampilan koran dengan cara double klik pada koran, atau dengan bantuan ikon kaca pembesar yang ada di menu. Ingin tampilan full screen atau layar penuh, klik saja ikon berupa kotak, seketika tampilan e-paper "PR" akan memenuhi layar PC anda, untuk mengembalikannya tekan saja tombol Esc.

Tampilan e-paper "PR" cukup menarik, kesan 3D-nya kentara dengan efek agak gelap pada lipatan koran dan bayangan gelap pada saat membuka lembar demi lembaran halaman, kesan tiga dimensi ini juga menular ke bagian menu. Sayangnya, fitur di epaper ini belum lengkap, tidak ada fasilitas untuk mencetak ke printer, kolom pencarian, memisahkan halaman (content), mencari edisi lain (Back Issue), dan menu Help, seperti yang sudah ada di epaper koran Kompas.

Kekurangan ini cukup mengganggu bila pembaca ingin melihat arsip dan kembali ke edisi lainnya. Untuk masuk ke arsip e-paper "PR" memang cukup mudah hanya dengan mengklik "Arsip" di sebelah kanan koran, namun kemudian tidak mudah untuk keluar dari arsip untuk kembali ke edisi lainnya, solusinya dengan menuliskan lagi alamat situsnya, tapi ini bukan cara yang praktis.

Kekurangan lainnya adalah, untuk men-zoom halaman koran agar bisa dibaca, tidak serta merta muncul, agak lelet butuh bandwidth yang besar, mungkin ini problem umum pada semua e-paper yang diakses dengan jaringan seadanya.

Teknologi epaper memang sudah mulai diterapkan oleh sejumlah harian di Tanah Air. Kalau sebelumnya koran-koran tersebut hanya menampilkan versi cetak ke dalam situs web (contoh www.pikiran-rakyat.com), maka dengan epaper koran akan ditampilkan seperti format cetaknya. Epaper memberikan efek visual yang sama dengan koran aslinya, lengkap dengan kolom dan iklannya. Jadi membaca koran digital ini seolah membaca surat kabar aslinya.

Uniknya lagi layanan ini kebanyakan masih diberikan secara free alias gratis dan selalu aktual. Jadi koran cetak hari ini bisa dilihat versi digitalnya di e-paper. (Apa tidak rugi ya, nanti koran cetak tidak laku lagi di pasaran karena ada versi gratisnya di internet?)

Beberapa surat kabar yang sudah ada versi e-papernya bisa anda kunjungi.
Kompas http://epaper.kompas.com
Koran Tempo http://epaper.korantempo.com
Bali Pos http://epaper.balipost.com/
Republika http://67.19.80.66/republika/

Jadi buruan baca epaper-nya dari sekarang mumpung masih gratis lho!***

4 komentar:

  1. emang sekarang udah canggih banget yah. tapi sayangnya kaya gini, ga semuanya bisa di terima masyarakat...
    apalagi di desa kaya saya..
    kayak waktu saya bikin buku taunan kelas, karena duitnya belum cukup wat naik cetak, saya usulkan bikin portalajah.. eh malah pada ga mau

    BalasHapus
  2. ya memang perlu waktu. Lihat contoh HP kini sudah merambah ke pedesaan, Insya Alloh internet nanti bakar memasyarakat dan akan murah...

    BalasHapus