Minggu, 07 September 2008

Mari Bercermin pada Unta !


"Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?" (QS. Al-Ghaasyiyah: 17)`

PENCIPTAAN unta adalah keajaibannya itu sendiri. Unta bukan saja tampak sebagai hewan yang indah. Tetapi begitu sempurna untuk keperluan di mana ia bisa bertahan hidup. Ini semacam hadiah dari Allah. Tanpa unta, tak seorang pun dapat bepergian di padang pasir, yang merupakan bagian terbesar dari daratan bumi, di sana tidak hanya sulit untuk bertahan hidup, tetapi juga sukar untuk dijadikan tempat tinggal.

Seluruh sosok unta praktis untuk bertahannya hewan ini dan untuk pelayanannya kepada manusia. Lihat saja, telapak kaki unta, walaupun berkuku, memiliki bantalan besar yang bisa melebar di atas pasir lembut, untuk menahan hewan ini terbenam ke dalamnya. Mukanya dirancang sebagai perlindungan dari terik matahari dan pasir. Alis yang tebal, kelopak mata berat dan bulu mata tebal semuanya berfungsi menjaga diri dari terpaan pasir, dan bahkan memiliki kelopak mata ketiga yang bisa menutup dalam badai besar. Lubang hidungnya dilengkapi otot-otot khusus yang bisa menutup untuk menghindari hembusan debu pasir. Di bagian luar dan dalam telinga juga memiliki rambut-rambut yang tebal, untuk menjaga diri dari masuknya kotoran dan pasir ke dalamnya, yang mungkin bisa menyebabkan infeksi.

Punuk yang menjadi ciri khas unta sebenarnya merupakan gumpalan lemak, yang digunakan sebagai sumber energi cadangan ketika makanan sulit didapat. Punuk ini akan mengkerut ketika tidak ada makanan, namun setelah itu unta masih bisa tetap bertahan untuk beberapa hari. Karena makanan sukar didapat di gurun pasir, unta harus dapat makan apapun (bahkan tenda sekalipun). Ketika pakan sudah tersedia lagi, punuk akan dibentuk lagi dengan sempurna. Mulut unta sangat alot sehingga ia dapat menggigit dan mengunyah tanaman kaktus berduri tanpa melukai mulutnya.

Yang luar biasa dari unta ini adalah bagaimana unta bisa kompromi dengan suhu panas dan kekurangan air. Unta memiliki sistem metabolisme yang lambat, sehingga energi yang ada digunakan dengan cara lambat pula. Suhu tubuh normalnya memiliki rentang yang lebar. Siang hari unta bersuhu 94 derajat celsius dan petang hari suhunya mencapai 105 derajat celsius (bayangkan, bila suhu normal manusia antara 98 dan 101 derajat celsius, tentunya kita akan jatuh sakit). Unta memiliki bulu-bulu yang keras, sebagai perlindungan dari cahaya matahari langsung, unta juga memiliki kemampuan berkeringat --sedikit binatang yang memiliki kemampuan seperti ini. Berkeringat adalah sistem pendinginan tubuh yang sangat efisien, karena cairan yang penting sedikit yang hilang. Lagipula, unta tidak berkeringat hingga suhu tubuhnya mendekati batas atasnya.

Tak ada makhluk lain yang dapat memproses air dengan cara seperti ini. Proses ini tidak menghilangkan air dan darah, tapi hanya dari jaringan. Dengan demikian darahnya tetap seperti biasa, cukup untuk sirkulasi dan menurunkan suhu tubuh. Yang patut diteladani dari unta, ia tidak memiliki sifat "aji mungpung", hanya akan minum ketika diperlukan dan hanya mengganti apa yang hilang. Bila hewan ini kehilangan 5 galon setelah dua hari, ia akan minum 5 galon dan pergi begitu saja. Sama sekali ia tidak akan minum lagi walaupun di musim hujan.

Uniknya, unta secara cepat bisa mengganti seluruh air yang hilang--25 galon dalam waktu yang sangat singkat. Binatang lain minum dengan cara begitu cepat bisa-bisa mati karena keracunan air. Unta betul-betul binatang yang luar biasa!

Ketika kita bercermin dari penciptaan binatang unta, seperti yang Allah perintahkan, kita tak akan mampu menyamainya kecuali takjub pada cara Allah menciptakan makhluk yang cocok dengan tempatnya, begitu sempurna. (MB Firdaus/sumber: ummah.com)***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar