Jumat, 11 Juli 2008

Spirulina, "Superfood" Berprotein Tinggi

KERAGAMAN pangan menjadi hal yang cukup urgen di negara-negara berkembang seperti halnya di Indonesia, yang penduduk miskinnya tak pernah berkurang. Beberapa kasus kekurangan makanan dan busung lapar di beberapa daerah sempat mengagetkan kita. Kasus-kasus ini menjadi bukti kemiskinan dan kelaparan masih bercokol di negara yang terkenal akan kesuburan dan kekayaan alamnya ini.

Bagaimana mengatasi kemiskinan, kekurangan makan dan kekurangan gizi merupakan problem yang cukup komplek, berbagai aspek perlu dilibatkan untuk mengatasinya. Rubrik Tekno kali ini tidak bermaksud membahas cara mengatasi kemiskinan. Di sini hanya akan membahas aspek kecil saja, yakni pangan yang berasal dari alam, yang sebenarnya melimpah di negara ini.


Pada kesempatan kali ini akan dibahas secara singkat mengenai sebuah komoditi "mungil" namun manfaatnya sangat besar, yaitu ganggang Spirulina. Selain berpotensi sebagai bahan pangan alami yang bermutu tinggi, spirulina juga memberikan harapan bagi keperluan lain, apalagi kesempatan bisnisnya yang menggiurkan. Yang nyata dan sudah dikembangkan dari spirulina adalah sebagai zat pewarna, industri farmasi dan pakan ikan.


Saat ini, budidaya plankton spirulina menjadi fenomena di seluruh dunia karena kualitas nutrisinya yang luar biasa. Spirulina merupakan sumber alamiah tunggal, "superfood" yang menyediakan dalam jumlah besar protein bagi manusia. Spirulina mengandung 71% protein. Protein yang terkandung dalam spirulina tiga kali dari kacang kedelai, lima kali daging, dan kualitas protein di antara yang terbaik.


Kalangan industri mancanegara telah lama mengembangkan ganggang renik ini. Jepang, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Thailand, India, dan Vietnam adalah sebagian dari negara-negara yang mengandalkan produk ganggang ini. Bahkan produknya sudah lama masuk pasaran Indonesia.


Iklim tropis di Indonesia sangat cocok untuk pembudidayaan ganggang spirulina. Teknologinya pun relatif sederhana namun prospeknya cukup cerah. Bahkan ganggang ini bisa menjadi ladang baru komoditi ekspor non-migas. Kini beberapa contoh produk ganggang spirulina mampu merebut pangsa pasar dan produk ganggang ini cukup digemari.


Spirulina adalah sejenis alga atau ganggang biru-hijau yang banyak ditemukan di danau-danau dan kolam terutama yang kaya akan garam. Ganggang ini telah dikonsumsi sejak ribuah tahun oleh bangsa Meksiko (Aztec dan Maya), Afrika dan Asia. Spirulina dipercaya merupakan protein komplit karena lebih dari setengahnya terdiri dari asam-asam amino--blok bangunan protein. Tumbuhan air yang yang kaya akan vitamin B komplek, beta-karoten, vitamin E,
carotenoids, mangan, seng, tembaga, besi, selenium, gamma linolenic acid (suatu asam lemak esensial). Ganggang spirulina ini juga terbukti mampu menstimulasi sistem kekebalan, memiliki efek antivirus dan antikanker.

Dinding sel
micro algae ini berupa mukopolisakarida yang sangat lembek, tipis dan tingkat kecernaannya mencapai 95,10%, membuat ia sangat cocok bagi astronot yang perlu daya tahan tinggi.

Menariknya, spirulina telah digunakan di Rusia untuk merawat korban-korban, khususnya anak-anak, kecelakaan nuklir di Chernobyl. Pada anak-anak ini, yang sungsum tulangnya telah rusak akibar terpapar radiasi, spirulina tampaknya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.


Ganggang berbentuk spiral ini merupakan bagian dari 1.500 spesies tumbuhan air mikroskopik. Di antaranya adalah
Spirulina major, S. pricept, S. sustilissima, S. Cutra, S. caldria, S. spirulinoides. Namun spesies yang biasa dikonsumsi manusia adalah jenis Spirulina maxima dan Spirulina platensis.

Tumbuhan ini juga bisa dibudidaya di dalam wadah atau akuarium di dalam maupun di luar ruangan, khususnya untuk dipanen menjadi suplemen makanan. Untuk suplemen makanan, spirulina tersedia dalam bentuk serbuk, serpihan, kapsul, atau tablet, dengan kemasan menarik serta beragam merk dagang yang memenuhi pasaran.


Tidak ada efek samping yang pernah dilaporkan dengan mengonsumsi spirulina. Namun demikian, karena spirulina bisa mengakumulasi logam-logam berat dari air yang tercemar, maka konsumsi spirulina dari kawasan tersebut dapat meningkatkan kandungan tembaga, air raksa, dan kadmium dalam tubuh.


1001 Manfaat Spirulina


SUPLEMEN MAKANAN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan spirulina menjadi makanan ideal untuk konsumsi manusia, begitu juga FDA (Food & Drugs Authority) dari Amerika Serikat mengizinkan spirulina untuk dijual sebagai suplemen makanan alamiah. Di Jepang dan AS, para eksekutif bisnis memanfaatkan tablet-tablet spirulina dalam memerangi stres. Sementara para atlet dan pelari mengonsumsi spirulina untuk mendapatkan energi secara cepat.

KESEHATAN & OBAT - meringankan diabetes, mengendalikan kolesterol, penambah vitamin A, mengatasi kekurangan gizi, membantu penderita kanker dalam menjalani kemoterapi, formulasi dengan produk alamiah lain sebagai suplemen kesehatan, mampu memperbaiki kerusakan liver, terapi luka bakar, pencangkokan kulit, mengontrol kegemukan, dan laktasi untuk ibu menyusui.


EKSTRAKSI - Beta-karoten untuk keperluan obat dan laboratorium, C-phycocyanin untuk pewarna makanan, kosmetik dsb. Chlorophyll untuk zat pewarna, asam amino esensial untuk mikrobiologi dan proses kimia.
PERIKANAN - Pakan khusus untuk ikan hias, memperkaya warna pada ikan koki dan koi, formulasi dengan pakan yang ada untuk menambah vitamin, pakan berprotein tinggi untuk ikan konsumsi (air tawar), juga pakan spesial untuk peternakan udang.

ENTOMOLOGY & SERICULTURE - Pakan untuk meningkatkan produksi murbei sebagai makanan ulat sutra, pakan khusus dalam pemeliharaan berbagai serangga untuk penelitian.

KOSMETIK- spirulina cocok untuk lotion jerawat, facial, minyak rambut, shampoo, mineral untuk mandi, pembersih kulit, dan pasta gigi. (DS/Sumber: NRDC)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar