Rabu, 30 Juli 2008

Celakan, Ikan Purba yang Masih Hidup


SEJARAH ikan setidaknya telah berusia 550 juta tahun. Ikan (Pisces) termasuk golongan hewan bertulang belakang (vertebrata) tertua dan pertama yang pernah muncul di muka Bumi. Ikan telah mulai berperan sebagai suatu kelompok menjelang akhir Zaman Prekambrium. Sejarah perkembangan hewan pertama yang berkerangka dalam ini, setelah sekian lama barulah dipahami.

Baru-baru ini dunia Biologi digemparkan oleh penemuan seekor ikan celakan (coelacanth) di perairan Indonesia, tepatnya di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara, oleh seorang ilmuwan Amerika Serikat, Dr. Mark V. Erdmann dari Universitas Kalifornia di Berkeley. Nelayan di lokasi penemuan itu menyebut ikan itu sebagai "raja laut".

Celakan, merupakan ikan primitif atau lebih dikenal dengan nama ikan "fosil hidup". Dulu ikan ini diperkirakan sudah lama punah. Namun kini diketahui ada spesies yang masih hidup, yakni Latimeria chalumnae. Coelacanth mula-mula timbul di batu-batu (sebagai fosil) pada Zaman Devon 400 juta tahun yang lalu, dan kelompok itu akhirnya menghilang dari catatan fosil Zaman Kapur 90 juta tahun yang lalu.

Sampai akhirnya pada tanggal 22 Desember 1938, Courtney Latimer dari Museum East London di Afrika Selatan menemukan (di antara tangkapan nelayan) seekor ikan celakan yang panjangnya 1,5 m dan beratnya 58 kg. Dr. Smith, seorang spesialis ilmu ikan terkemuka di Afsel, menyadari pentingnya penemuan ini; yang mewakili suatu jenis yang semula dianggap telah punah sejak 90 juta tahun yang lalu. Dari sinilah celakan mendapat sebutan ikan "fosil hidup".

Untuk menghormati Nona Latimer dan untuk mencatat tempat asal ikan itu didapatkan, dekat muara Sungai Chalumna, Dr. Smith memberi nama ikan itu Latimeria chalumnae.

Kira-kira 14 tahun kemudian (1952) tertangkap lagi ikan kedua di dekat Kepulauan Komoro, Madagaskar Utara. Seekor ikan celakan ketiga ditangkap 9 bulan kemudian dan selanjutnya tertangkap lebih banyak ikan celakan di sekitar Kep. Komoro. Dan sejak tahun 1952 hingga sekarang sudah ditangkap sekitar 200 ikan celakan. Dan yang baru-baru ini terjadi (30 Juli 1998), seekor lagi ikan celakan tertangkap nelayan Sulawesi Utara. Spesimen celakan paling bagus di dunia ini panjangnya 1,24 m dengan berat 29 kg.

Anatomi celakan

Dalam menjalani evolusinya, ikan unik ini hanya berubah sedikit saja. Badannya berat, kekar, tertutup oleh sisik-sisik tebal dan kasar yang terdiri atas 4 lapis. Tulang belakangnya kurang mengeras dan hanya diwakili oleh tulang rawan yang berongga, karena itu ikan ini disebut coelacanth yang artinya "tulang belakang berongga". Salah satu ciri yang paling khas dan sekaligus paling unik pada ikan celakan ini, adanya tonjolan seperti kaki yang menopang sirip dada, sirip anus, sirip pinggul, dan sirip punggung kedua serta tonjolan sentral yang aneh di ekor (perlu diketahui ikan celakan berkerabat dengan ikan ripisditia, suatu kelompok yang menurunkan vertebrata darat pertama), seperti binatang amfibi berkaki empat. Ini yang membedakan dengan ikan modern masa kini.

Sirip dada dan sirip perutnya ditopang oleh ring berbentuk cincin yang menyerupai lingkaran dada dan perut binatang darat. Kedua pasang sirip ini bergerak bergantian mirip gerakan kaki kuda atau amfibi, jika kaki kanan depan maju diikuti kaki kiri belakang, dan selanjutnya kaki kiri maju kaki kanan belakang pun ikut maju. Sirip dada juga memiliki mobilitas yuang menakjubkan dan dapat diputar 180 derajat.

Panjang celakan bisa mencapai 2 meter dengan berat 100 kg. Sedangkan umurnya bisa mencapai 22 tahun. Habitatnya di laut dalam hingga 200 meter, bersuhu 18 derajat celsius. Umumnya ikan ini tinggal di gua-gua bekas gunung berapi di bawah laut. Pada siang dan malam hari keluar gua guna mencari makan. (DS/dari berbagai sumber)***

Sumber foto: flickr.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar