Kamis, 31 Juli 2008

Ubuntu, Rajanya Distro Linux

BANYAKNYA pilihan dan terus bertambahnya jumlah distro Linux saat ini, cukup memusingkan bagi mereka yang masih pemula dalam sistem Linux. Tahun lalu saja diperkirakan ada enam ratus lebih distro yang aktif. Walaupun pada dasarnya semua distro tersebut memiliki kesamaan dalam kernel (Linux) yang digunakan, namun begitu beragam dalam hal komposisi penyertaan paket atau aplikasi, desain tampilan, optimasi dan dukungan teknis, masing-masing disesuaikan dengan target penggunaan atau pasar yang diinginkan. Keragaman inilah yang membuat peminat Linux ragu-ragu dan bingung untuk mulai mencobanya.

Istilah distro atau distribusi dalam Linux merujuk pada sistem operasi Linux itu sendiri berikut paket yang dikemas bersamanya. Distro-distro yang cukup dikenal di kalangan peminat open source bisa disebutkan di antaranya Debian, Fedora, SuSE, Red Hat, Knoppix, Slackware, dan Mandriva. Dari tahun ke tahun distro-distro inilah yang terus dikembangkan dan menginspirasi munculnya distro-distro baru yang tak kalah bagusnya.

Debian GNU/Linux disebut-sebut sebagai distro Linux terbesar dan paling banyak dijadikan basis bagi distro-distro turunannya. Menurut Distrowatch.com, distro Debian menurunkan lebih dari 130 distro lainnya. Salah satunya adalah Ubuntu, distro yang saat ini banyak dibicarakan di berbagai forum dan mailing list.

Hasil survei tahun ini yang dilakukan desktoplinux.com menempatkan Ubuntu sebagai distro yang paling populer pilihan para pengguna Linux di seluruh dunia. Di bawahnya kemudian menyusul openSUSE, Debian, Gentoo, Fedora, Mandriva, Knoppix, dan Slackware.

Bila melihat statistik Google Trends dan Distrowatch selama tahun 2006, grafik perkembangan Ubuntu meningkat dengan pesat meninggalkan distro-distro lainnya, ini mencerminkan semakin banyaknya pengguna Ubuntu. Jadi tidaklah berlebihan bila Ubuntu dianugerahi sebagai "Rajanya Distro Linux".

Ubuntu bisa dibilang pendatang baru di dunia Linux, diperkenalkan pertama kali pada September 2004, namun proyek ini melejit dan mendapat banyak perhatian. Dalam beberapa tahun kemudian, Ubuntu tumbuh menjadi distro Linux desktop paling populer dan memberi andil besar dalam menciptakan sistem operasi yang mudah digunakan (user friendly) dan bebas (free). Ia bisa diandalkan sebagai pesaing sistem operasi komersial yang ada di pasaran. Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk memilih, mengapa tidak mencoba distro yang satu ini?

Apa rahasia di balik kesuksesan Ubuntu?

Pertama, Proyek ini didirikan Mark Shuttleworth, seorang multimilioner kharismatik asal Afrika Selatan, mantan turis angkasa luar kedua, dan pemilik Canonical Ltd. Dialah yang memimpin dan mendanai proyek ini.

Kedua, Ubuntu belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan proyek-proyek serupa dan berusaha menghindarinya sejak dari awal. Ia membuat infrastruktur cantik berbasis web dengan dokumentasi bergaya Wiki, fasilitas pelaporan bug yang kreatif, dan pendekatan profesional ke end user.

Ketiga, berkat kedermawanan Mark Shuttleworth, Ubuntu dapat mengirimkan CD gratis ke semua peminat, ini turut membantu mempercepat penyebaran distro ini.

Selain itu, Ubuntu banyak diminati karena merupakan distro yang paling mudah untuk dipelajari, aman, dan yang membedakan dari distro-distro lainnya seperti Red Hat dan Fedora, Ubuntu hanya menyediakan satu versi dan dapat diperoleh secara gratis, termasuk patch dan update keamanannya. Ubuntu dilengkapi dengan dukungan teknis serta update yang pasti setiap enam bulan. Setiap rilis terbaru ini akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.

Filosofi Ubuntu

Kata "Ubuntu" sengaja diambil untuk menamai distro ini, pemberian nama ini bukanlah tanpa alasan. "Ubuntu" berasal dari bahasa Afrika kuno, yang mengandung arti "rasa perikemanusiaan terhadap sesama manusia", atau bisa juga berarti "aku adalah aku karena keberadaan kita semua". Filosofi ini pun tercermin dari logo Ubuntu; tiga orang bergandeng tangan dengan motto: "linux for human beings".

Sesuai dengan gagasan yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu itulah, perangkat lunak ini haruslah tersedia dengan bebas biaya, harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing, dan bisa dioperasikan bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, pengguna pun mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak ini sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary).

Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bit (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).

Ubuntu adalah sistem operasi lengkap menyertakan lebih dari 16.000 buah aplikasi, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Dari CD Ubuntu tersebut, secara otomatis akan ditanamkan ke dalam PC sejumlah aplikasi untuk desktop, seperti Open Office (untuk aplikasi perkantoran), Konqueror, Mozilla Firefox (untuk browsing internet), F-spot, GIMP (program manipulasi gambar dan foto), Evolution (untuk mengelola e-mail), Rhythmbox (pemutar musik dan video), Synaptic Package Manager, game dan lain-lain,. Bila kurang puas dengan program-program bawaan CD Ubuntu, pengguna dapat menambahkan program lainnya bahkan dari aplikasi komersial sekalipun.

Untuk mendapatkan file installer Ubuntu, bisa dilakukan dengan cara mengunduh dari situs www.ubuntu-id.org atau www.ubuntu.com. Namun perlu diingat karena ukuran filenya cukup besar (700 MB), sebaiknya mengunduh melalui koneksi internet kecepatan tinggi atau broadband. Atau bisa juga memesan CD Ubuntu secara gratis di https://shipit.ubuntu.com, tapi harus cukup sabar karena kiriman bisa diterima 4 hingga 6 minggu kemudian.

Feisty Fawn

Salah satu versi Ubuntu yang menarik adalah versi 7.04, yang diluncurkan pada 19 April 2007 lalu, dengan menyandang nama "Feisty Fawn" dan tersedia untuk diunduh. Feisty Fawn diklaim membawa segala fitur yang melebihi kemampuan dari semua sistem operasi Linux yang beredar. Canonical Ltd, sebagai perusahaan pendukung dan sponsor Ubuntu, dalam konferensi persnya meyakinkan bahwa Ubuntu 7.04 merupakan alternatif yang lengkap terhadap Windows.

Ubuntu 7.04 "Feisty Fawn" diklaim lebih ramah pengguna ketimbang versi-versi sebelumnya. Untuk pertama kalinya ia mengemas alat bantu yang dapat memindahkan konfigurasi data pengguna yang migrasi dari Windows ke Linux. Tool migrasi ini dapat mendeteksi bookmark dari Internet Explorer, Firefox favorite, desktop wallpaper, daftar kontak AOL IM dan Yahoo IM, semuanya dapat diimpor selama proses instalasi. Kemampuan ini mempermudah sekaligus mempercepat proses migrasi pengguna baru maupun mereka yang mengunakan sistem boot ganda (dual-boot system).

Dukungan mutimedia disederhanakan, ditingkatkan dan diperbaiki dengan menyediakan Wizard untuk mempermudah instalasi Codec, yang belum tersedia pada instalasi sebelumnya.

Sementara, dukungan terhadap WLAN dioptimasi menggunakan Avahi yang memungkinkan pengguna secara otomatis menangkap sinyal dan bergabung di jaringan nirkabel, baik untuk berbagi konten, mencari printer atau layanan lainnya.

Ubuntu 7.04, menyertakan aplikasi terbaik dari dunia open source, didukung kernel Linux 2.6.20, lingkungan desktop terbaru GNOME 2.18 dan ribuan aplikasi lainnya.

Ubuntu tidak hanya piawai sebagai desktop Linux, kini menyediakan edisi untuk membangun sebuah server yang tangguh, mengemas aplikasi terbaik dan diaktualisasi secara berkala dengan siklus yang dapat diprediksi, yaitu setiap enam bulan sekali.

Edisi Server Ubuntu 7.04 menambahkan dukungan untuk meningkatkan kemampuan perangkat keras dalam penggunaan virtualisasi. Perbaikan dan kemudahan upgrade ini menjadikan Ubuntu sebagai pilihan ideal untuk server web, database, server file atau printer.

Dengan fitur-fitur yang difokuskan demi kemudahan penggunanya tersebut, tidaklah mengherankan bila Ubuntu 7.04 "Feisty Fawn" mendapat penghargaan dari majalah PC World sebagai salah satu dari seratus produk terbaik tahun 2007.

Sejalan dengan program IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang tengah gencar disosialisasikan di Tanah Air, beberapa pakar open source merekomendasikan untuk menggunakan Ubuntu bagi pengembangan open source di Indonesia, sebab perangkat lunak ini dikembangkan secara global oleh komunitas Ubuntu di seluruh dunia dan didukung tenaga ahli profesional.

Mereka menilai, walaupun sejauh ini sudah lumayan banyak distro Linux hasil kembangan anak negeri. Namun yang menjadi masalah adalah, apakah mereka mampu membuat distro yang komit dan memperbarui versinya terus-menerus, sekaligus memiliki sistem pemasaran yang baik. Itulah yang membuat open source kurang bergaung di Indonesia walau sudah lumayan banyak penggunanya.

Instalasi Ubuntu

Instalasi Ubuntu versi 7.04 "Feisty Fawn" terbilang mudah, karena installernya tidak banyak meminta masukan pilihan yang biasanya cukup merepotkan. Di bawah ini diuraikan secara garis besar proses instalasi Ubuntu. Untuk panduan menginstal Ubuntu yang lebih mendetail, silakan kunjungi situs http://udienz.wordpress.com.

Setelah mengunduh file ISO-nya dari situs www.ubuntu.com atau www.ubuntu-id.org, kemudian burn/tulis ke CD kosong. Atau bila sudah menerima pesanan CD-nya tinggal dimasukkan ke dalam CD-ROM komputer, namun jangan lupa untuk mengatur booting komputer dari CD, hal itu dilakukan dengan men-setting BIOS dengan first boot dari CD-ROM.

Pastikan data-data penting di back-up terlebih dahulu (instalasi default Ubuntu akan menghapus seluruh software dan data yang ada). Masukan CD Ubuntu kemudian restart komputer, ketika tampil halaman boot prompt Ubuntu, pilih Start atau Install Ubuntu.

Setelah desktop Live CD muncul, lakukan klik dua kali pada icon Install yang ada di desktop, agar proses instalasi ke hard disk dimulai.

Langkah pertama proses instalasi adalah memilih bahasa yang sesuai keinginan. Lalu pilih time zone, sesuai wilayah user. Ubah layout keyboard jika perlu. Jika tidak lanjutkan ke tahap berikut.

Sekarang adalah tahap partisi hard disk (perlu diperhatikan dengan seksama). Pilih Guided-use Entire disk atau Custom, pilihan Custom bisa menentukan di partisi mana Ubuntu diinstal. Sebaiknya pilih new partition untuk membuat partisi baru. Tentukan besarnya ruang memori yang diperlukan untuk instalasi Ubuntu.

Langkah selanjutnya mengisi login name dan password. Kemudian akan tampil ringkasan setting instalasi yang telah dibuat. Periksa dengan
hati-hati, jika sudah sesuai dengan keinginan, klik Install untuk mulai menginstal ke hard disk.

Proses partisi hard disk dan instalasi Ubuntu segera dimulai, lama proses tergantung spesifikasi komputer.

Setelah selesai, reboot sistem terlebih dahulu dengan menekan Restart now. Live CD Ubuntu otomatis keluar, ambil dan tekan Enter.

Setelah boot dilakukan pada Ubuntu yang telah terpasang akan tampil desktop dengan logo Ubuntu. Isikan nama dan password yang telah dibuat, dan desktop Ubuntu siap untuk digunakan. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar