Jumat, 18 Juli 2008

Baterai dari Air Kencing

STOP buang air kecil ke toilet! Para ilmuwan di Singapura kini telah mengembangkan sebuah baterai yang dijalankan dengan air kencing manusia. Urin anda suatu saat mungkin sangat berharga untuk dijadikan energi alternatif atau menjadi komoditi ekspor yang potensial ke negeri tetangga itu.

Para peneliti di Institute of Bioengineering and Nanotechnology, Singapura berhasil menciptakan baterai seukuran kartu kredit sebagai sumber tenaga sekali pakai untuk menjalankan kit uji medis.

Telah lama para ilmuwan di seluruh dunia berlomba membuat biochips diagnostik yang lebih kecil, lebih efisien, dan lebih murah untuk uji penyakit. Mereka belum berhasil menemukan sumber tenaga sekecil dan semurah mungkin untuk dibuat masal. Hingga kini, baterai-baterai seperti itu masih belum ditemukan. Penemuan air kencing sebagai baterai menjadi harapan baru bagi ilmuwan medis.

Sampel urin biasanya digunakan dalam tes penyakit seperti diabetes, ginjal dan mengetahui kehamilan seseorang. Menurut institusi ini, baterai yang mereka buat sangat ideal sebagai catu daya kit diagnostik di laboratorium medis.

Kit-kit uji diagnostik biasanya menganalisis komposisi kimia dari air kencing manusia untuk mendeteksi suatu penyakit. Ki Bang Lee dan kolega-koleganya merealisasikan bahwa zat yang diujinya itu sendiri (urin), sekaligus menjadi tenaga untuk mengujinya.

"Untuk mengatasi masalah tersebut, kami telah merancang sebuah baterai sekali pakai pada sebuah chip, yang diaktifkan oleh cairan biologi (biofluid) dalam hal ini air kencing," tulis Lee dalam sebuah e-mail kepada National Geographic News.

Tim peneliti memaparkan hasil temuan baterai tersebut dalam jurnal Micromechanics and Microengineering.

Daniel Kammen, direktur Renewable and Appropriate Energy Laboratory di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat mengonmentari terobosan Lee dkk. Menurutnya, teknologi ini merupakan inovasi yang perlu disambut hangat di saat meningkatnya harga energi.

"Kesampingkan semua senda gurau [tentang] urin, apa yang kita perlukan adalah baterai-baterai berbiaya rendah," jelasnya. "Kelebihan lain dari temuan ini adalah fakta bahwa secara mendasar ini sebuah baterai biodegradable (mudah terurai secara alamiah)."

Bagaimana cara membuat baterai berbahan air kencing ini?

Untuk membuat baterai unik ini, Lee dan koleganya cukup mencelupkan selembar kertas ke dalam larutan tembaga klorida kemudian diselipkan di antara lembaran magnesium dan tembaga. Susunan ini kemudian dilaminating di antara dua lembar plastik transparan.

Ketika tetesan urin ditambahkan ke dalam kertas tersebut lewat celah pada plastik, sebuah reaksi kimia akan berlangsung yang hasil akhirnya berupa aliran listrik. Dari uraian Lee ini sepertinya cukup simpel dan tidak terlalu rumit membuatnya, prinsipnya mirip baterai accu.

Prototipe baterai buatan Lee mampu membangkitkan tegangan listrik sekitar 1,5 volt, sama dengan baterai AA standar yang banyak di pasaran, baterai ini akan habis dalam waktu sekitar 90 menit setelah itu dibuang. Para peneliti mengatakan daya, tegangan, dan umur baterai ini dapat ditingkatkan dengan mengatur geometri dan bahan yang digunakan.

Lee sebenarnya bukan orang pertama yang membuat baterai dari air kencing. Pada tahun 1993, sebuah baterai urin telah didemonstrasikan oleh Nelson E. Camus dan Edgardo Aguayo pada eksibisi di Los Angeles, AS. Walaupun kemampuannya hanya cukup untuk menyalakan sebuah lampu kecil, mereka mengklaim bila air kencing ini dioplos dengan lithium dan tanah bukan tidak mungkin dapat menjalankan semua alat-alat listrik di rumah-rumah.

Secara kimiawi, menurut Kammen dari UC Berkeley, air kencing mengandung banyak ion (atom-atom bermuatan listrik), yang memungkinkan timbulnya listrik hasil reaksi kimia yang terjadi dalam baterai air kencing. Cairan tubuh lainnya, seperti air mata, darah dan semen, juga dengan mudah bisa mengaktifkan baterai tersebut.

"Sekantung kecil urin memang bisa membangkitkan senyum," kata Kammen. "Namun sesungguhnya urin hanyalah contoh yang baik dari berbagai variasi senyawa yang bisa melakukan hal ini." Bahkan paket jus buah bekal anak-anak pun cocok untuk itu, tambahnya.

Energi Alternatif

Sementara alat-alat medis mampu menginspirasi terciptanya baterai urin, menurut Lee, ia pun dapat mengaktifkan banyak alat listrik dengan konsumsi tenaga rendah.

"Contohnya, kita dapat mengintegrasikan sebuah handphone kecil dan baterai ini pada sebuah kartu plastik. Sistem ini dalam keadaan darurat dapat diaktifkan oleh cairan-cairan tubuh, seperti air ludah," ungkap Lee yang proyeknya didanai pemerintah Singapura.

Senada dengan Lee. Menurut Kammen, teknologi ini bahkan bisa diaplikasikan pada komputer laptop, pemutar mp3, televisi, dan mobil. Baterai-baterai yang ditenagai cairan tubuh bisa melakukan hal apapun. "Masalahnya adalah bagaimana memperbanyaknya agar menghasilkan lebih banyak tenaga," tambahnya.

Salah satu pendekatan sederhana adalah dengan membuat baterai-baterai besar. Metode lain adalah menggabungkan banyak sel baterai kecil secara seri, seperti cara kerja baterai dalam komputer laptop.

Kammen, yang mendapatkan dana Pemerintah AS untuk riset energi alternatif, mengatakan jumlah yang luas dari aplikasi untuk baterai-baterai tenaga biofluid yang murah dan efisien menggambarkan bernilainya suatu riset.

Dari sekarang coba kita bayangkan, suatu saat komputer, handphone, televisi, bahkan mobil bisa dijalankan dengan air kencing kita. Jadi jangan takut kehabisan bensin di perjalanan, anda tinggal kencing saja ke dalam tank bensin, mobil dijamin hidup lagi. (Dede Suhaya/Sumber: National Geographic News)***

1 komentar:

  1. Keren..

    Sekarang juga sudah ada produk untuk menghemat dan memperpanjang umur accu (battery) loh...

    di

    http://www.VITTA-Q.com

    BalasHapus