Jumat, 23 Mei 2008

Google Android, Saingan Baru Symbian dan Microsoft



BERCERMIN pada kesuksesan iPhone yang didukung perusahaan raksasa komputer Apple, Google yang telah malang-melintang di belantara internet, kini berambisi untuk merambah dunia mobile. Pada November 2007, raksasa mesin pencari ini, bersama dengan 33 perusahaan lain yang bergerak di bidang peranti lunak, peranti keras, internet, produsen ponsel, dan perusahaan telekomunikasi yang tergabung dalam Open Handset Alliance (OHA), memperkenalkan Android, sebuah sistem operasi perangkat mobile yang akan digunakan untuk menjalankan ponsel generasi baru.

Perusahaan yang tergabung dalam OHA ini adalah Aplix, Ascender Corp, Audience, Broadcom, China Mobile, eBay, Esmertec, Google, HTC, Intel, KDDI, LivingImage, LG, Marvell, Motorola, NMS Communications, Noser, NTT DoCoMo, Nuance, Nvidia, PacketVideo, Qualcomm, Samsung, SiRF, SkyPop, SONiVOX, Sprint Nextel, Synaptics, The Astonishing Tribe, Telecom Italia, Telefonica, Texas Instruments, T-Mobile, dan Wind River.

Langkah Google memperkenalkan sistem operasi ponsel ini tak pelak akan menjadi pesaing berat bagi Symbian, Microsoft, maupun Palm yang saat ini mendominasi software perangkat bergerak. Pasalnya, software Android ini akan tersedia bagi produsen handset secara gratis.

Software ini berbasis pada kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka di antara para pemrogram sehingga mereka bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. "Kami ingin menciptakan sebuah pengalaman baru dalam perangkat mobile bagi para pengguna. Mereka ingin menggunakan aplikasi yang sama di ponsel seperti di internet," ujar Eric Schmidt, chairman Google.

Platform open mobile Android disebut-sebut sebagai langkah awal menuju teknologi seluler superlengkap yang akan meliputi sistem operasi, aplikasi, middleware, dan tampilan yang user friendly.

Karena Android berbasis software open source, para pengembang dimungkinkan untuk membuat aplikasi-aplikasi baru tanpa dibebankan biaya apa pun secara berkesinambungan. Mereka berharap bisa menciptakan aplikasi baru yang akan bersaing langsung dengan software proprietary dari Symbian, Microsoft Mobile, Palm, Research in Motion, atau iPhone milik Apple sekalipun. Keterbukaan ini secara tidak langsung akan mempercepat laju integrasi internet ke dalam ponsel.

Ponsel pertama dengan software Android akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun ini. "Software ini akan membawa internet ke ponsel dengan cara yang keren," ujar Andy Rubin, Direktur Mobile Platform Google.

Android sebelumnya adalah perusahaan milik Andy Rubin yang dibeli Google pada tahun 2005. Android itu sendiri adalah hasil kreasi dari pakar robot ini, yang kini menjabat direktur platform mobile di Google. Software yang dikembangkan Android Inc. inilah yang menjadi basis software telefon Google. "Keunggulan Android untuk para pengembang pihak ketiga adalah semacam pemrograman yang bisa kita lihat di internet," ujarnya.

Rubin percaya dengan "membuka" ponsel -- mulai dari sistem operasi, peluncuran open source, hingga driver, dan kerangka kerja aplikasi -- para pengembang akan memiliki kebebasan untuk berinovasi. Pasalnya, menurut Rubin, kekurangterbukaan dalam dunia ponsel saat ini sedikit banyak berperan dalam mematikan inovasi.

Platform Google Android berdasarkan pada open source software Linux yang memungkinkan para pengembang mengakses kode yang diberikan. Mereka akan memiliki fleksibilitas besar dalam membangun aplikasi dan fitur yang dibutuhkan pada ponsel secara individu. "Ini berarti mereka bebas mengambil secara langsung, bisa memperbaiki kesalahannya (bug), dan memperkaya kemampuannya, yang pada akhirnya konsumenlah yang diuntungkan," ujar Rubin.

Software Development Kit yang berisi source code Android saat ini sudah tersedia dan bebas untuk di-download di situs http://code.google.com/android/.

Rubin yakin dengan software open source akan memacu berbagai macam pengalaman berponsel. Tidak dipacu dengan regulasi sistem operasi tersebut, tetapi oleh gagasan para pengembangnya. "Hal ini bisa mendorong bervariasinya ponsel dengan segala kemampuannya," kata Rubin.

Dalam Mobile World Congress di Barcelona, baru-baru ini, sekitar lusinan perusahaan seperti ARM, Texas Instruments, Qualcomm, Marvell, NEC, ST Microelectronics, serta Samsung telah mempertunjukkan prototipe handset yang ditanami software Android dari Google ini.

Android dengan software beta ini dipertunjukkan dengan berbagai kemampuan, terutama browser-nya yang responsif, dengan dikendalikan oleh sentuhan jari (touchscreen) dan trackball mini.

Google Maps yang didukung street view, yaitu kemampuan melihat lokasi-lokasi dunia secara nyata pun bisa ditampilkan dengan handset ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh perangkat mobile lainnya.

"Ini sesungguhnya seperti sebuah demonstrasi kendaraan daripada ponsel sepenuhnya," ujar Ian Drew dari ARM. "Apa yang kami pertunjukkan pada platform Android adalah aplikasi peta, browser, kamera, multimedia, e-mail, dan kalender. Pada dasarnya sesuatu yang diharapkan pada sebuah mobile phone," tambahnya.

Banyak aplikasi telah ditanamkan pada berbagai ponsel saat ini, terutama pada ponsel keluaran baru dan lebih bertenaga, sehingga dapat melakukan browsing web gaya internet. Namun, tetap saja ponsel ini tidak bisa melakukan akses layaknya PC desktop. Tidak semua pengalaman berinternet tersaji lewat browser mobile ini.

Aplikasi seperti Google Earth dan You Tube, yang memiliki fungsionalitas spesifik, belum efektif ditayangkan pada ponsel-ponsel tersebut. "Sampai munculnya Android, agaknya tidak ada yang tidak mungkin. Dengan ponsel masa depan ini anda bisa mengakses Google Earth maupun situs berbagi video," jelas Rubin.

Menurut dia, sistem terbuka Android bagi para pengembang akan memberi keuntungan dengan hadirnya web, berbagai aplikasi, kemampuan perangkat keras, grafik 3D, hingga kemampuan multimedia. (Dede Suhaya)***

Tulisan ini pernah dimuat di HU Pikiran Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar