Minggu, 06 April 2008

Kirim Video Dapat Uang


BERBAGI video di internet, belakangan ini, menjadi salah satu sensasi paling panas di media. Betapa tidak, setiap hari orang-orang dari seluruh dunia mengirim (posting) film buatan sendiri ke lebih dari 150 situs web yang ada saat ini. Video-video itu ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia. Beberapa klip kadang menyita perhatian banyak orang dan meningkatkan lalu lintas di situs itu. Tak pelak keuntungan pun akan diraup dari iklan yang dipasang di situs video online ini.

Menurut hasil survei Alexa.com, Youtube, situs video-sharing paling terkemuka saat ini menyediakan 100 juta video per hari untuk ditonton, dengan jumlah upload 65.000 video per hari, menjadikannya sebagai salah satu situs terpadat lalu lintasnya. Bayangkan, berapa dolar yang bisa diraup dari penjualan iklan oleh situs yang diakuisisi Google senilai 1,65 triliun dolar AS ini.

Lalu apa yang didapatkan oleh para pengirim videonya?

Walaupun motivasi awal mereka mem-posting hasil karyanya sekadar iseng, hobi, atau untuk mengekspresikan karya seninya, tetapi jerih payah mereka pun patut mendapat penghargaan atau bayaran, paling tidak untuk kelangsungan karya seni mereka. "Mereka seharusnya mendapatkan ganti rugi," kata Kevin Flynn, CEO Eefoof, sebuah situs berbagi video yang memberi kompensasi bagi anggotanya.

Kabar gembira bagi para pengirim video buatan sendiri, karena Youtube saat ini berbaik hati bagi-bagi rezeki bagi anggotanya yang kreatif. Melalui program kemitraannya (YouTube Partner Programme), perusahaan yang didirikan tiga sekawan (Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim) ini menawarkan kesempatan untuk menghasilkan uang dari video-video yang mereka kirim ke situs ini.

Projek ini sudah berjalan di Amerika Serikat dan sedang diperluas ke negara-negara lain, dimulai di Inggris. Di AS sendiri beberapa kontributor sudah memiliki pendapatan ribuan dolar setiap bulannya dari film-film yang mereka buat. Menurut situs yang berdiri tahun 2005 ini, besarnya pendapatan yang mereka terima akan bergantung pada jumlah dan popularitas video tersebut.

Bagi peminat yang mendaftarkan diri ke Program Kemitraan Youtube ini, seperti dijelaskan dalam situsnya, akan ditawari sebagian pendapatan yang dihasilkan dari iklan yang ditayangkan dalam video mereka. Namun, pihak Youtube tidak merinci skema tersebut, hanya mengatakan bisa meraup "ribuan dolar dalam sebulan" dari video yang ditonton lebih dari satu juta pemirsa.

"Lebih banyak video yang anda miliki dan lebih populer, akan lebih banyak uang yang anda hasilkan," kata seorang juru bicara Youtube.

Gelombang pertama dalam program kemitraan ini telah dilakukan di AS, dengan menggandeng beberapa pengirim video terkenal seperti penyanyi/penulis lagu Tay Zonday, Wordsmith, HotforWords, pelawak ApauledTV, serta Pete and Brian, mereka inilah yang berkontribusi besar dalam meningkatkan lalu lintas total di Youtube.

Adalah minuman bermerek Dr Pepper yang mulai merambah media ini, dan menunjuk Tay Zonday sebagai bintang iklan untuk promosi produknya. Perusahaan minuman ini memilih lagu "Chocolate Rain" milik Tay Zonday sebagai media iklannya, tidak heran karena video ini telah dinikmati lebih dari 14 juta orang di internet, dan menelurkan lebih dari 1.000 video sejenis.

Sementara di Inggris, program kemitraan Youtube ini mulai digelar, beberapa pembuat video yang siap mencatatkan diri sebagai anggota di antaranya GiR2007, seorang ilmuwan komputer dengan tayangan videonya yang sangat populer "Pancakes", video ini telah diklik sebanyak 2,5 juta pemirsa di seluruh dunia.

While Nerimon juga siap menjadi bintang iklan Youtube di balik video buatannya, "Vlog Tag 5 Fakta" yang menyihir pengguna Youtube akhir tahun lalu. Berkat video permainannya ini, Nerimon kini memiliki 10.000 pengikut fanatik.

Jimmy0010 seorang member Youtube dari Inggris menyambut baik diluncurkannya program terbaru Youtube ini di negerinya. "Ini merupakan insentif bagi saya untuk memacu diri dalam membuat video yang lebih baik lagi," kata blogger dari Midlands ini. "Inilah hobi luar biasa, bila seseorang menawari saya uang, itu akan memacu saya membuat karya yang lebih bermutu," ujarnya menambahkan.

Sebelum Youtube meluncurkan projek bagi-bagi penghasilan iklan, sebenarnya sudah ada situs penyedia layanan berbagi video yang memberikan bayaran untuk tayangan video yang dikirim pembuatnya. Situs itu adalah eefoof.com, mereka menjanjikan pembagian persentase dari pendapatan situs ini yang bergantung pada berapa banyak pemirsa yang tertarik pada klip videonya.

Malahan Eefoof menawarkan program ini pada saat lebih dari 150 situs sejenis masih mencoba mencari cara untuk menghasilkan laba dari hosting film-film buatan sendiri ini.

Eefoof menawarkan skema semacam ini, setiap bulan perusahaan ini mencatat jumlah halaman tayang untuk setiap anggota. Perusahaan kemudian melihat keseluruhan traffic dan menghitung persentase tayangan halaman yang dihasilkan anggotanya. Penghasilan iklannya dibagi menurut perhitungan itu. "Bila account telah mencapai 25 dolar AS, kami akan mengirim bayarannya lewat transfer PayPal," seperti disebutkan dalam situsnya. Sayangnya, ketika penulis akan membuka situs ini (www.eefoof.com) tidak bisa diakses.

Membayar penggunanya juga dilakukan oleh situs Metacafe lewat Producer Rewards Program, perusahaan ini akan membayar user bila videonya dilihat sebanyak 20.000 kali. Pencipta video tersebut akan menerima 5 dolar AS untuk setiap seribu tayangan selanjutnya. Menurut CEO Metacafe Arik Czerniak, para produser top bisa mencapai penghasilan lebih dari 20.000 dolar AS dalam sebulannya.

Czerniak percaya bahwa membayar para kreator video hanyalah cara untuk memacu orang-orang menciptakan content bermutu yang ingin dilihat kebanyakan orang. Menghasilkan content yang bermutu, menurut dia, pada gilirannya akan menarik banyak uang dari para pengiklan.

Situs Revver lain lagi, situs video online ini telah membangun sebuah model pembayaran bagi para kontributornya. Sejak peluncurannya, Juni 2005, situs ini menempelkan iklan "bayar per klik" (pay-per-click) pada akhir video yang di-upload. Ini akan menandai jumlah berapa kali iklan tercatat pada setiap video yang diklik dan kemudian dibagi hasil penjualan iklannya dengan para pembuat video. "Kami memiliki ratusan kreator reguler, beberapa mampu mencatatkan penghasilan sebanyak 10.000 dolar AS dalam sebulannya, lainnya bisa mengantongi 1.000 dolar AS per minggu, dan sisanya sekadar uang makan siang," jelas Steven Starr, CEO Revver. (Dede Suhaya)***

Tulisan ini pernah dimuat di HU Pikiran Rakyat

2 komentar:

  1. bos dapat uang jg video orang kta posting??

    BalasHapus
  2. enak juga ya kalau bisa dapat duit dari youtube

    BalasHapus