Sabtu, 09 Maret 2013

Kanker dan Lahir Prematur Terkait dengan Pemanis Buatan Aspartam


Seorang pakar Inggris terkemuka telah menyerukan
penyelidikan masalah kesehatan yang serius akibat pemanis buatan
aspartam, setelah pengawas makanan Uni Eropa bersikeras menyebutnya
aman.

Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) telah menerbitkan draft
rancangan pendapat ilmiah yang secara efektif mementahkan lebih dari
20 penelitian yang telah mengidentifikasi potensi masalah dengan
pemanis ini, mulai dari kelahiran prematur hingga kanker.

Pandangan otoritas Uni Eropa ini akan disambut para produsen yang
menggunakan aspartam dan pemanis sejenis dalam minuman bersoda seperti
Diet Coke, dan makanan yang dikonsumsi oleh jutaan orang setiap hari.

Namun Erik Millstone, profesor kebijakan sains di Universitas Sussex,
telah menantang pendapat EFSA tersebut yang dikatakan 'bias' dan
'sangat cacat'. Profesor Millstone adalah pakar terkemuka dalam
kebijakan makanan di Inggris selama bertahun-tahun dan lobinya
berperan penting dalam pendirian Badan Standar Makanan Inggris.

Seperti diberitakan Daily Mail, Profesor Millstone mengklaim cara EFSA
menilai amannya aspartam adalah 'sesat dan bias'.

Dia menambahkan: "Panel hanya bisa mencapai kesimpulan bahwa aspartam
aman dengan asumsi implisit bahwa hampir semua studi menunjukkan tidak
ada efek samping yang sepenuhnya dapat diandalkan, meskipun mereka
memiliki kelemahan banyak dan hampir semuanya secara komersial
didanai. Sementara semua studi menunjukkan bahwa aspartam mungkin
tidak aman telah dianggapnya tidak dapat diandalkan oleh EFSA,
meskipun mereka memiliki kekuatan metodologi tertentu dan telah
didanai secara independen dan bebs dari kepentingan komersial."

Dia juga menyebutkan bahwa panel EFSA yang melakukan penilaian itu
didominasi oleh para ahli yang terkait dengan produsen atau regulator
yang sebelumnya telah mendukung aspartam.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar