Sabtu, 13 Maret 2010

Copernicium, Unsur Baru Bernomor Atom 112

UNSUR terberat yang sekarang diketahui secara resmi bernama "Copernicium," mengambil nama astronom terkenal Nicolaus Copernicus.

Copernicum memiliki nomor atom 112 - angka ini menunjukkan jumlah proton dalam inti atom. Unsur ini 277 kali lebih berat daripada hidrogen, sehingga membuatnya menjadi unsur terberat yang diakui secara resmi oleh serikat internasional untuk kimia IUPAC.

Nama untuk elemen ini diusulkan oleh tim yang menemukannya, yang dipimpin oleh Sigurd Hofmann di Helmholtzzentrum für Schwerionenforschung GSI di Jerman.

Nama "Copernicium" diusulkan untuk menghormati Nicolaus Copernicus (1473-1543) mengikuti tradisi penamaan unsur kimia dari ilmuwan yang layak. IUPAC resmi mengumumkan pengesahan nama unsur baru pada 19 Februari lalu, bertepatan dengan ulang tahun Nicolaus Copernicus. Copernicus bekerja di bidang astronomi terutama membangun teori heliosentris, yang menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem tata surya kita dengan Bumi dan semua planet-planet lain (dalam tata surya kita) berputar-putar di sekitarnya.

Pada tabel periodik unsur, Copernicium akan memiliki simbol "Cn." Semula diusullkan "Cp" sebagai simbol unsur, tetapi karena singkatan ini sudah dipakai dalam sains (seperti panas spesifik material), tim setuju dengan simbol "Cn."

Unsur-unsur lain yang dinamai ilmuwan terkenal di antaranya Einsteinium (untuk Albert Einstein), Fermium (untuk ahli fisika nuklir Enrico Fermi), dan Curium (untuk Marie Curie dan suaminya Pierre).

Untuk pertama kalinya, Hofmann dan timnya berhasil menemukan unsur Copernicium di GSI pada 9 Februari 1996. Menggunakan pemercepat GSI sepanjang 100-meter (sebuah alat penumbuk atom), mereka menembakkan ion seng ke arah lembaran timah. Penyatuan kedua inti atom unsur-unsur tersebut menghasilkan sebuah atom dari unsur baru 112. Tapi atom tersebut hanya stabil selama sepersekian detik.

Percobaan independen lain mengkonfirmasi akan penemuan elemen baru tersebut. Tahun lalu, IUPAC resmi mengakui adanya unsur 112, mengakui penemuan tim GSI ini dan mengundang mereka untuk mengusulkan sebuah nama. (sumber: Livescience)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar