Rabu, 29 Oktober 2008

Perburuan Si Mawar Biru

Selama ribuan tahun manusia telah menikmati warna-warni bunga mawar; ada mawar merah, mawar pink, mawar kuning, mawar putih, dan perpaduan warna-warna tersebut. Namun manusia masih belum puas dengan warna-warna yang diberikan “ratunya bunga” tersebut. Para penggemar mawar mulai mempertanyakan, Adakah mawar berwarna biru?

SEJAK dulu mawar berwarna biru memang telah sangat dirindukan. Tahun 1840, para peneliti hortikultura Inggris dan Belgia pernah menawarkan hadiah senilai 500.000 franc bagi siapa saja yang bisa menghasilkan bunga ros berwarna biru. Sejak itulah upaya-upaya pencarian pun terus dilakukan para peneliti untuk menemukan “bunga impian” si mawar biru.

Langkah awal ke arah ditemukannya mawar yang benar-benar biru (true blue) terjadi di abad ke-20 ketika dihasilkan mawar hibrida berwarna biru lembayung (ungu) dan mawar abu-abu yang sempat dinobatkan sebagai “flower of the year.”

Munculnya warna biru ungu hasil hibridisasi konvensional, menurut para ahli hortikultura, lebih disebabkan adanya “variasi tak biasa” dari pigmen warna merah (cyanidin) di dalam bunga mawar. Hal ini berarti, temuan mawar lembayung tersebut, bukanlah jalan yang tepat menuju mawar true blue.

Hibridisasi konvensional tak mungkin menghasilkan mawar biru yang sesungguhnya, karena secara genetik mawar tak bisa menghasilkan pigmen berwarna biru (delphinidin). Ini berarti rekayasa genetika adalah jalan yang benar menuju mawar yang benar-benar biru.

Jalan itulah rupanya yang ditempuh para peneliti Florigene dan Suntory untuk menemukan blue rose. Pada 2004, setelah selama 14 tahun melakukan penelitian, para peneliti Suntory berhasil menemukan mawar biru melalui rekayasa genetika.

Warna biru pada bunga seluruhnya berasal dari pigmen delphinidin yang secara alami tak ada pada mawar. Untuk itu para ahli Suntory “meminjam” pigmen delphinidin tersebut dari bunga pansy dengan menerapkan teknologi RNAi. Sayangnya prototipe mawar biru temuan Suntory masih berwarna biru lembayung, tapi inilah kunci dan teknik yang mereka percayai berpotensi untuk benar-benar memproduksi mawar berwarna biru.

Kuncinya adalah gen delphinidin yang diklonkan dari bunga pansy, lalu dijadikan sebagai pigmen sintetis pada mawar. Untuk melengkapi reaksi pigmen biru sintetis ini, para ahli perlu juga “meminjam” enzim dihydroflavinol reductase (DFR) dari bunga iris.

Untuk menghasilkan mawar biru, para peneliti Florigene membutuhkan mawar putih dimana gen DFR-nya tidak aktif. Dengan bantuan CSIRO Plant Industry dari Australia, mereka mulai mengaplikasikan teknologi RNAi ini. Teknologi RNAi bisa digunakan untuk mematikan satu gen sehingga bisa digantikan oleh gen yang dibutuhkan. RNAi adalah gen “peredam” dan bisa digunakan untuk memanipulasi fungsi gen pada tanaman.

Florigen memanfaatkan teknologi RNAi ini untuk mematikan gen DFR pada mawar merah untuk memblok jalan cyanidin dan kemudian menggantinya dengan gen delphinidin. Untuk menyempurnakan proses sintesis delphinindin ini, para ahli perlu menambahkan gen DFR dari bunga iris.

Dengan prinsip yang sama para peneliti Suntory menggunakan RNAi untuk menciptakan gen baru untuk menekan gen DFR pada mawar pink. Mereka mengkloning versi baru gen delphinidin dari bunga pansy dan digabungkan dengan gen DFR dari bunga iris.

Bunga mawar berwarna biru teduh bisa didapatkan jika Florigene dan Suntory bisa membuat daun bunga sedikit asam. Untuk itulah mereka perlu mengidentifikasi gen yang mempengaruhi kadar pH petal atau mengatur pewarnaan daun bunga dengan cara lain.

Memang masih diperlukan berbagai penelitian untuk menghasilkan bunga mawar yang benar-benar biru. Namun demikian ada berkah di balik “perburuan” mawar biru ini, di tengah perjalanan secara tidak sengaja para ahli telah pula menghasilkan warna-warna bunga mawar dengan warna-warna yang lebih elok. Florigen telah memiliki mawar yang mengandung delphinidin dengan ekspresi tinggi dalam variasi warna merah tua, yang diberi nama Cardinal.

Juga ada kombinasi antara cyanidin dan delphinidin yang menghasilkan mawar berwarna burgundy gelap yang sangat atraktif. Untuk mencapai mawar biru juga dihasilkan mawar berwarna bungur biru muda hingga mawar berwarna biru muda.

Bagi penggemar bunga-bungaan terutama bunga mawar, masih perlu bersabar untuk bisa menikmati indahnya mawar berwarna biru ini. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar