Kamis, 04 September 2008

Kurma, "Pohon yang Diberkati"

Barang siapa bersarapan setiap hari tujuh buah kurma ajwah maka ia tidak akan ditimpa pada hari itu oleh racun ataupun sihir. (HR Bukhari dari Saad bin Abi Waqqash)

KURMA merupakan salahsatu buah yang keberadaanya identik dengan tibanya bulan suci Ramadhan. Bukan hanya karena biasa dikonsumsi Nabi Muhammad SAW (Sunnah Nabi) setiap menjelang berbuka puasa, tapi juga diyakini memiliki khasiat menyehatkan badan dan menangkal berbagai penyakit.

Dalam kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi, banyak keterangan yang menyebutkan pentingnya pohon yang satu ini. Di dalam Quran, disebutkan sebanyak 29 kali dan disebut sebagai "Pohon yang Diberkati". Ketika Nabi membangun mesjid di Madinah, pilar-pilarnya dibuat dari batang pohon kurma dan atapnya dari daun-daunnya. Di samping itu Nabi juga pernah mengunyah sebuah kurma untuk anak Abu Musa yang masih bayi.

Sementara itu, wanita-wanita Arab telah lama mengonsumsi kurma ketika mereka hamil atau waktu merawat anaknya, untuk mendapatkan berbagai vitamin dan energi yang mereka butuhkan.

Dalam Al-Quran, surat 19 (Maryam), ayat 23-25, selama kelahiran Nabi Isa A.S., Maryam dituntun pada sebuah pohon kurma dan memakannya untuk mengurangi sakit waktu melahirkan.

Dari keterangan Al-Quran dan Hadits Nabi, sudah cukup menunjukkan akan keutamaan makanan tersebut. Apalagi diperkuat dengan hasil penelitian secara alamiah.

Pohon kurma (Phoenix dactylifera atau Nakhla dalam bahasa Arab) merupakan pohon tertua yang diketahui dibudidayakan oleh manusia (3000 tahun sebelum masehi). Pohon ini paling baik beradaptasi di daerah kering dan semi-kering. Pohon kurma menghasilkan buah dalam keadaan kering, semi-kering atau lembut teksturnya. Pohon yang bernilai ekonomi tinggi ini mulai bisa berproduksi sekitar usia 7 tahun dan memberikan keuntungan yang berlimpah rata-rata untuk jangka waktu 75 tahun, walaupun pohon itu sendiri bisa hidup sampai usia 150 tahun.

Kurma banyak tumbuh di negara-negara Irak, Iran, Pakistan, Saudi Arabia, Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, dan juga tumbuh di beberapa daerah seperti Australia, Amerika Serikat dan Meksiko.

Buah yang kaya akan nutrisi ini, lebih dari 65% tersusun dari gula. Kurma juga sumber protein mengandung unsur-unsur besi, kalsium, kalium, fosfat, natrium, tembaga, seng termasuk juga vitamin-vitamin: niacin, thiamin, riboflavin, biotin, asam folik dan asam askorbat. Kurma sedikit kandungan lemaknya, bebas kolesterol, tinggi akan karbohidrat dan serat.

Karena kurma mengandung kadar gula yang tinggi, ia menyediakan sejumlah kalori penting yang segera tersedia setelah proses pencernaan, karena hampir seluruh varietas kurma mengandung glukosa dan fruktosa. Glukosa dan fruktosa merupakan jenis gula yang mudah larut dalam air dan cepat diserap dalam darah kemudian secara spontan ditransfer ke sel-sel untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Inilah salah satu alasan mengapa buah korma dianjurkan sebagai makanan pembuka untuk buka puasa (ifthar).

Berbagai penelitian juga dilakukan untuk meneliti manfaat-manfaat medis yang mungkin dari mengonsumsi kurma, seperti sebagai analgesik atau sebagai suplemen bagi orang penderita hypokalemia, penyakit akibat rendahnya tingkat kalsium.

Kurma merupakan salah satu buah yang mengandung protein, kandungan lemaknya pun sedikit sehingga sebagian besar energi disediakan oleh karbohidrat. Alhasil, kurma membantu dalam menurunkan gugus ketone dalam darah dan dipandang sebagai sumber energi yang lebih baik untuk pasien pengidap tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, kanker.

Selain itu, dilihat dari komposisi yang terkandung di dalamnya, kurma berpotensi mengatasi osteoporosis (kalsium, fosfat), terapi hormon (boron), dan efektif sebagai laxative (serat). (MB Firdaus)***

Photo
Source : www.flickr.com/rafeek manchayil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar