Kamis, 31 Januari 2008

Membangun Sebuah "PC Hijau"


WALAUPUN bermotor dan industri berperan besar dalam perusakan lingkungan melalui polutan yang dikeluarkannya, bidang lain pun sedikit banyak berperan pada kerusakan ini. Tak terkecuali dalam bidang teknologi informasi, khususnya komputer, walaupun sedikit tetap saja menjadi bagian dari kerusakan itu, selain limbahnya bisa mencemari lingkungan juga konsumsi energi listriknya cukup besar.

Sebuah komputer pribadi (PC) mampu menyedot 200 hingga 400 watt daya listrik, bergantung pada konfigurasi dan penggunaannya. Kalau dibandingkan dengan alat-alat elektronik lain, pesawat televisi misalnya, menggunakan daya lebih kecil sekitar 100 watt, pemutar DVD hanya menggunakan daya 25 watt, tetapi kalau dibandingkan dengan mesin pendingin atau kulkas memang PC jauh lebih rendah sekitar 725 watt tenaga listrik. Akan tetapi, bandingkan bila sebuah PC digunakan untuk bermain game dengan kinerja tinggi, mesti dilengkapi kartu grafis, kapasitas harddisk yang besar, drive optik, pembaca flash memori, plus monitor LCD 30 inchi, konsumsi listriknya akan mengalahkan kulkas, yakni 750 watt. Apalagi bila dinyalakan berjam-jam secara konstan, tagihan listrik setiap bulannya pasti membengkak.

Konsumsi energi untuk PC hanyalah sebagian dari masalah. Proses manufaktur untuk bagian-bagian komputer juga memiliki dampak pada lingkungan. Saat ini sebuah komputer umumnya secara signifikan mengandung sejumlah timbal, yang biasa digunakan untuk menyolder komponen di atas motherboard, prosesor, dan komponen lainnya. Bila rata-rata usia sebuah PC hanya tiga tahun, efek racun dari komputer yang dibuang cukup tinggi.

Di sebagian kawasan, seperti di Eropa, untuk menurunkan dampak limbah berbahaya dari PC telah dibuat regulasi untuk memproduksi komputer bebas timbal, di antaranya RoHS (Restriction of Hazardous Substances/pembatasan bahan-bahan berbahaya) dan WEEE (Waste Electrical and Electronic Equipment/limbah peralatan listrik dan elektronik), namun kebanyakan pembuat PC mengabaikan hal tersebut.

Di sinilah setiap individu pengguna PC bisa berperan, dengan membangun atau merakit sebuah PC yang ramah lingkungan atau lebih dikenal dengan sebutan Green PC (PC hijau). Dengan demikian, individu tersebut telah menjadi bagian dari solusi dengan menggunakan semua komponen bebas timbal sekaligus meningkatkan efisiensi energinya.

Catu daya

Untuk membangun sebuah PC hijau bisa dimulai dari komponen catu daya, karena unit inilah yang memasok energi listrik untuk menjalankan PC tersebut. Pada umumnya unit catu daya (PSU) tidak dirancang untuk tujuan efisiensi energi. Faktanya, pasokan listrik pada kebanyakan komputer lebih banyak daripada yang dibutuhkan selama operasi normal, inilah yang memicu membengkaknya tagihan listrik dan efek mengerikan pada lingkungan.

Bagaimana mengetahui catu daya yang ramah lingkungan? Untuk itu, perlu memahami program "80 Plus", sebuah sistem sertifikasi sukarela yang diperuntukkan bagi pabrikan catu daya. Bila sebuah PSU berhadapan dengan sertifikasi, ia hanya akan menggunakan energi yang dibutuhkan sesuai dengan beban yang ada. Dengan kata lain, tidak akan menggunakan banyak energi daripada yang dibutuhkan. Sebagai contoh, bila sebuah PC membutuhkan hanya 20 persen dari total daya 500 watt PSU, sistem akan mengonsumsi tidak lebih dari 100 watt. Hanya ketika PC memerlukan daya penuh, PSU akan beroperasi pada beban watt penuhnya.

Sebuah catu daya "80 Plus" bisa menghemat sekitar 85 kilowatt-jam per PC per tahun. Inilah jantungnya sebuah PC hijau, bisa mengatur daya untuk semua komponen lainnya. Juga memiliki efek yang begitu dramatis terhadap tagihan listrik setiap bulannya. Tentu saja, catu daya "80 Plus" juga bebas timbal dan sesuai dengan RoHS.

Salah satu PSU yang direkomendasikan untuk merakit PC hijau adalah SeaSonic S12 Energy Plus 650, sebuah produk dengan sertifikasi 80 Plus yang beroperasi nyaris tanpa suara. PSU ini kompatibel dengan spesifikasi casing ATX 12V dan EPS 12V, yang juga peduli pada efisiensi energi. Catu daya SeaSonic hanya menggunakan daya yang dibutuhkan. Perlu dicatat, SeaSonic 650 memiliki seluruh koneksi yang diperlukan untuk drive SATA maupun IDE dan dilengkapi kipas besar untuk pendingin CPU tambahan. Walaupun di pasaran ada beberapa catu daya yang mampu mengalirkan daya kecil, SeaSonic 650 memberikan pilihan untuk upgrade di kemudian hari. Sayangnya catu daya ini cukup berat, bobotnya hampir sama dengan casing komputer itu sendiri, namun mengapa tidak bila bobot 6 pon ini sangat berarti bagi Bumi yang lebih baik.

Komponen "hijau"

PC hijau sejatinya menggunakan komponen-komponen yang bebas timbal, dimulai dengan casing sebagai bungkusnya PC, pilihan jatuh pada Antec Solo. Sebagian besar berbahan plastik, casing ringan ini memiliki dimensi bentuk ATX, cocok bersanding dengan motherboard merek Intel DG965SS. Ada keuntungan tersendiri menggunakan komponen mikroATX di dalam casing ATX, yaitu aliran udara di celah-celah akan lebih baik sehingga kipas casing bisa diatur pada kecepatan rendah tanpa khawatir terjadi kelebihan panas dalam CPU.

Untuk komponen harddisk pilih saja Seagate Barracuda 7200.10 160GB SATA dengan pertimbangan, harddisk pelat tunggal ini menggunakan sedikit energi dibandingkan yang pelat dobel, dan jenis koneksi SATA menggunakan sedikit energi dibandingkan koneksi IDE. Harddisk 7200.10 ini tentu saja bebas timbal, dan berukuran lebih kecil sehingga bila dibuang akan meninggalkan limbah yang sedikit.

DVD Sony DRU-830A merupakan pilihan top untuk pemutar dan penyimpan optis, terutama karena pembakar dual-format ini membebaskan kita dari pemasangan beberapa drive optis. DVD Sony ini mengonsumsi sedikit energi (hanya beberapa watt), namun bisa dipakai untuk menulisi DVD-R dan DVD+R, selain CD, dan bebas timbal.

Untuk memori, gunakan dua modul Crucial DDR2 1 GB. Mengapa tidak satu modul? Bukankah lebih menghemat daya? Pertimbangannya, bila dipasang satu modul akan menurunkan kinerja yang cukup besar dan sistem akan kurang berguna.

Agar sistem PC yang dibangun tidak kegerahan, jatuhkan pilihan pada sistem pendingin combo (kipas dan heat sink). Thermaltake Big Typhoon adalah pilihan yang tepat, selain bebas timbal juga tak berisik, tampilan mewah dan trendi.

CPU & "motherboard"

Sekaranglah saat yang tepat untuk beralih ke PC ramah lingkungan tanpa mengabaikan performa yang baik. Karena komponen-komponen yang "lebih hijau" sudah tersedia di pasaran, umumnya keluaran baru dan lebih bertenaga. Yang dibutuhkan adalah selektif dalam memilihnya agar tercipta sistem yang hemat namun sangat bernilai. Buatlah sistem yang sangat berguna dan efisien karena PC hijau yang tidak benar-benar digunakan, tidak akan membantu pada lingkungan.

Sebagai jantungnya sistem komputer, prosesor Intel Core 2 Duo E6700 bisa menjadi pertimbangan. CPU ini beroperasi 42 persen lebih cepat dibandingkan Intel Pentium D 960 yang mengonsumsi 40 persen energi. Menurut studi Intel, E6700 berbiaya hanya 13,94 dolar AS dalam energi per hari kerja selama setahun, dibandingkan 23,48 dolar AS untuk Pentium D. CPU ini menggunakan teknologi Wide Dynamic Execution dan Advanced Smart Cache. Oleh sebab itu, menggunakan sedikit energi untuk melakukan tugas-tugas yang sama.

Chips ini juga bisa masuk pada keadaan "tidur lelap" (deep-sleep) dengan menggunakan daya listrik kurang dari 5 watt atau keadaan hibernasi kurang dari 3 watt. Kinerja untuk prosesor dual-core ini sangat bagus walau hanya mengonsumsi daya 65 watt.

Untuk papan induk atau motherboard, sudah jelas merek Intel DG965SS, yang hanya mengonsumsi energi 20 watt. Papan induk mikroATX ini selain menggunakan sedikit energi, juga sedikit bahaya bagi lingkungan dibandingkan motherboard ATX ukuran penuh, terutama karena ukurannya lebih kecil dan bebas timbal.

Motherboard Intel ini sudah terpadu (onboard) dengan grafis 3D, audio dan jaringan 1 gigabit, yang artinya tak perlu kartu-kartu tambahan yang pada akhirnya menghemat banyak energi. Keuntungan lainnya adalah kompatibilitas, DG965SS mendukung Windows Vista dan bebas error dalam pengujian software-hardware.

Monitor dan aksesori

Untuk sentuhan akhir, tambahkan monitor dengan efisiensi energi yang baik, tentu saja LCD lebih baik daripada CRT yang boros energi dan mengandung timbal. LCD 30 inchi yang lebar adalah boros energi, mengonsumsi lebih dari 100 watt. Sementara itu, LCD KDS K917S 19-inch menggunakan hanya 48 watt, bisa menjadi pilihan. Bisa juga LCD ViewSonic VA503B 15-inch yang hanya memakan daya 23 watt, jauh lebih cantik dengan konsumsi yang lebih rendah.

Papan ketik (keyboard) dan tetikus (mouse) adalah aksesori yang tidak terlalu bermasalah pada lingkungan. Perangkat ini biasanya bebas timbal dan mengonsumsi sangat sedikit energi. Untuk projek PC hijau, gunakan Logitech MX 3200 Cordless Desktop Laser, yang ukuran baterainya telah diperkecil dibandingkan model sebelumnya. (Dede Suhaya/PC Mag)***

Foto diambil dari flickr.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar